Hari Ini Polisi Rencanakan Pemanggilan Kepsek SMPN 54

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menunjukkan BB dan tersangka dugaan pembobolan server UNBK, Senin (30,4) kemarin. [abednego]

Dugaan Kasus Pembobolan Server Komputer UNBK
Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Setelah menetapkan Teguh Adi Kuncoro (45) dan Imam Setiono (38) sebagai tersangka dugaan kasus pembobolan server komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 54. Polrestabes Surabaya berupaya mengungkap kasus ini, salah satunya dengan melakukan pemanggilan terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 54, Keny Erviati.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan mengusut kasus ini hingga tuntas. Termasuk menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam aksi dugaan pembobolan dokumen milik negara itu. Untuk itu pihaknya sudah melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada Kasek Keny Erviati.
“Surat sudah kami layangkan. Sesuai jadwal besok (hari ini,red),” kata AKBP Sudamiran di sela-sela penjagaan demo buruh, Selasa (1/5).
Sudamiran menjelaskan, surat panggilan yang dilayangkan kepad Keny adalah pemeriksaan sebagai saksi. Keterangannya dibutuhkan untuk mengetahui kronologis dari pembobolan server yang dilakukan oleh dua pegawainya, yakni Teguh Adi Kuncoro (45) warga Jalan Ngagel dan Imam Setiono (38) warga Jalan Kapas Baru.
“Termasuk untuk membuktikan apakah yang bersangkutan terlibat dalam kasus tersebut atau tidak,” jelasnya.
Sudamiran menambahkan, pihaknya tidak segan untuk menindak tegas Keny jika yang bersangkutan mangkir dari panggilan dam pemeriksaan petugas. “Jika besok tidak datang, maka saya sudah perintahkan anggota untuk jemput paksa,” tegas Sudamiran.
Seperti yang diketahui, pengusutan kasus ini berawal saat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini merespon hasil temuan pihak Dispendik Kota Surabaya. Diduga terjadi kecurangan pada pelaksanaan UNBK di salah satu SMP di Surabaya.
Adanya kecurangan UNBK tersebut bukanlah sebuah kebocoran soal, melainkan ada indikasi akses ilegal yang dilakukan oleh oknum yang diduga teknisi komputer di sekolah tersebut. Setelah soal UNKB berhasil dijebol dari server tersebut, kemudian soal difoto dan disebarkan. Sudah ada dua tersangka dalam kasus ini.
Polrestabes Surabaya menetapkan Teguh Adi Kuncoro (45) warga Jalan Ngagel dan Imam Setiono (38) warga Jalan Kapas Baru sebagai tersangka dalam kasus ini. Keduanya ditangkap di sekolah tempat mereka bekerja yakni SMPN 54, Kenjeran Surabaya. Penangkapan dilakukan setelah mereka terbukti menspy atau membobol server komputer yang digunakan untuk UNBK. Identitas dua tersangka ini terkuak setelah Polisi melakukan penggerebekan di salah satu Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) di Jalan Jolo Tundo, Surabaya. Dari hasil LBB yang diberi nama ISC tersebut Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni dua buah handphone (HP). Dari HP tersebut, Polisi mendapatkan foto-foto yang berisikan sola ujian tersebut. Foto tersebut dikirimkan melalui pesan WhatsApp. [bed]

Tags: