Harga Daging Ayam di Probolinggo Capai Rp50 Ribu Perkilogram

Pedagang daging ayam di pasar baru kota Probolinggo tak jualan.

Probolinggo, Bhirawa
Bulan Ramadan masih kurang dua pekan lagi. Namun daging ayam broiler di Kota dan kabupaten Probolinggo mulai sulit dicari di pasar. Tak hanya pembeli, pedagang pun kelimpungan. Karena permintaan cukup banyak, terpaksa mereka menjual ayam kampung meski harganya lebih mahal. Bahkan sejak Senin 30/4 harga daging ayam broiler sudah mencapai Rp50. 000 perkilogramnya dari harga Rp32.000 perkilogram..
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Pedagangan dan Perindustrian (DKUPP) Gatot Wahyudi, Rabu (3/5) mengatakan, kalau pihaknya belum bisa memastikan penyebab tidak adanya ayam broiler di pasaran. DKUPP berencana akan melakukan sidak terkait kondisi tersebut. “Belum. Kami belum tahu penyebabnya,” katanya.
Kelangkaan daging ayam broiler di pasaran benar adanya. Hanya saja, ia belum mengetahui penyebabnya. Apakah stoknya habis atau ada penimbunan. Termasuk kemungkinan lain, misalnya ayam belum waktunya disembelih atau dipotong.
Karena itu, Rabu ini 2/5 DKUPP melakukan pengecekan bersama Polres Probolinggo Kota. Selain sidak ke pasar, juga akan sidak ke peternak untuk mengetahui stok ayam potong, tandasnya.
Di Pasar Baru, sejumlah pedagang ayam tidak berjualan. Sementara pedagang ayam lainnya, memilih menjual ayam kampung. Sedikitnya ada empat pedagang ayam potong yang beralih ke ayam kampung.
Para pedagang menjual ayam kampung karena kesulitan mendapatkan ayam broiler. Pengepul yang biasa menyuplai setiap hari, kini sudah tidak mendatangi rumahnya. Alasannya, pengepul tidak mendapat kiriman dari peternak ayam. “Katanya sih begitu. Kami sendiri tidak tahu ada apa,” ungkapnya.
Langkanya ayam broiler diketahui sejak Senin 30/4. Saat itu, mereka berjualan hanya untuk menghabiskan sisa daging ayam sebelumnya. “Kalau kami nunggu daging ayam broiler, tidak dapat penghasilan. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, kami akhirnya berjualan daging ayam kampung,” ujar Sutini salah satu pedagang ayam di pasar baru.
Bahkan, informasi yang kami dapat untuk harga ayam broiler sudah naik mencapai Rp 50 ribu. “Hanya saja kemarin ayamnya yang tidak ada,” bebernya. Penjualan daging ayam kampung tidak secepat daging ayam broiler. Jika para pedagang rata-rata menghabiskan 10 potong ayam broiler, untuk ayam kampung hanya lima potong saja.
“Sambil menunggu ayam broiler ada lagi. Daripada di rumah bengong, kan lebih baik jualan ayam kampung. Kami berharap pemkot mencari solusi atas langkanya ayam broiler ini, sebab kejadian ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya walaupun menjelang Ramadan daging ayam broiler tetap melimpah dan harga tidak sampai menembud Rp. 50.000,- per kilogramnya, harapnya.
Pedagang ayam di pasar dringu kabupaten Probolinggo H. Hanan mengaku saat ini jenis ayam potong jenis broiler memang stoknya kosong. Ayam potong yang dijual sebagian pedagang hanya daging ayam potong kampung. Dengan kosongnya ayam potong broiler, harga jual ayam potong kampung selangit. Kekosongan ini menurut informasi pengepul yang setor pada kami akan berjalan hingga Jum’at 4/5, jelasnya.
“Sebelumnya harganya berkisar 50 ribu/kg sekarang naik menjadi Rp 55 ribu/kg. Tidak menutup kemungkinan jika tidak segera di tanghani oleh pemerintah maka harga daging ayam akan terus meangkak naik, tambahnya.(wap)

Tags: