Debat Publik Pilkada Pamekasan, Dua Pasangan Adu Jaminan Sosial

Debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, paslon RA Badrud Tamam-Raja’i (Berbaur) dan KH Kholilurrahman-Fathor Rahman (Kholifah) dipandu presenter JTV. [syamsudin/bhirawa]

Pamekasan, Bhirawa
Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan di acara debat publik masing-masing menawarkan program jaminan sosial kepada masyarakat tidak mampu.
Dalam acara debat tahap kedua yang mengusung tema ‘Kesejahteraan Rakyat’ itu, pasangan nomor satu Berbaur (RA Badrud Tamam-Raja’i) menawarkan Kartu Pamekasan Sehati, Kartu Pamekasan Pintar dan Kartu Pamekasan Sejahtera.
Sedangkan pasangan nomor urut dua Kholifah (KH Kholilurrahman-Fathor Rahman) menawarkan Kartu Pamekasan Pintar dan Kartu Pamekasan Sehat untuk mengatasi kesenjangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
KPU Pamekasan digelar debat publik bekerjasama dengan JTV, berlangsung di Hotel Odaita Jl Raya Sumenep di Pamekasan, Senin (7/5), dihadiri Ketua DPRD Pamekasan, Forpimda, Panitia Pengawas Pamekasan, pengurus partai pengusung dan tim sukses kedua paslon.
Menurut Badrud Tamam, yang kemarin mengenakan kemeja batik abu-abu coklat,, masyarakat di kabupaten Pamekasan butuh pelayanan kesehatan profesional, dokter berkapasitas dan tersedianya pasilitas kesehatan lebih bagus.
Selain itu, pihak Berbaur akan menganggarkan dana untuk jaminan sosial kepada penduduk tidak mampu di bidang kesehatan, beasiswa pendidikan anak berprestasi dan dana kesejahtaraan. “Tiga model kartu jaminan sosial ini didanai APBD dan tidak tumpang tindih program pusat maupun provinsi,” tandasnya.
Mengenai jaminan kesehatan akan membebani APBD, Badrud Tamam menjelaskan, bahwa KP Sehati memberi jaminan kesehatan itu sudah dikaji. Pihaknya akan mengetrapkan efesiensi anggaran untuk kepentingan rakyat miskin dan mencetak 10.000 wirausahawan muda.
“Ke depannya, kebutuhan rakyat miskin terpenuhi, tingkat pengangguran teratasi, pertumbuhan ekonomi meningkat dan pelayanan pendidikan serta kesehatan terjamin,” ucap Badrud didampingi cawabup Raja’i.
Sementara pasangan Kholifah mengenakan kemeja putih, KH Kholilurrahman menyatakan, jaminan sosial melalui KPP dan KPS tersebut karean banyak masyarakat belum terakomodir di program BPJS dan KIS.
“Program ini agar masyarakat miskin bisa mengakses pendidikan berkualitas dan pelayanan kesehatan gratis,” tambahnya.
Kiai Kholil mantan Bupati Pamekasan periode 2008-2013 ini, mejelaskan, program ini tidak berbenturan program sudah ada. Adapun sistem pendanaan akan diatur secara teknis bila kami sudah terpilih nantinya. [din]

Tags: