Bupati Gresik Launching 10 Sekolah Perempuan

Bupati Sambari saat launching 10 Sekoper di 16 kecamatan. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Meski usianya sudah tak muda lagi, tarian remo yang diperagakan ibu-ibu masih cukup lincah dan energik. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bahkan dibuat terpesona melihatnya. Itulah tarian remo khas Jatim yang diperagakan para ibu yang usianya rata – rata sudah di atas 40 tahun saat launching 10 Sekolah Perempuan (Sekoper) di 16 kecamatan.
”Ini sesuatu yang berbeda. Biasanya, saya melihat tari para penarinya muda-muda. Tapi, kini saya melihat sesuatu yang lain. Penari Zafin, penari remo sepertinya usia mereka sudah diatas 40 tahun,” ujar Bupati Sambari, Senin (30/4).
Bupati Sambari salut dengan semangat dan rasa percaya diri para penari. Bupati meminta agar para penari ini bisa ditampilkan lagi pada acara-acara Pemda. Ada 380 para ibu perwakilan Sekoper desa yang diundang dari total siswa Sekoper sebanyak 1.300 perempuan se Kab Gresik.
Antusias para ibu keikutsartaannya pada sekolah Sekoper, Bupati berharap agar ada kurikulum yang jelas dan sesuai kebutuhan zaman. ”Jadi perlu ada pengelompokan peserta sesuai latar belakang pendidikan. Selain itu, juga juga ada pengelompokan tingkatan. Misalnya, kelompok I, kelompok II dan seterusnya. Jadi tidak disamakan sehingga lebih diketahui hasil pembelajarannya,” ujarnya.
Terkait Kades yang telah memberikan perhatian dengan mengalokasikan dana untuk operasional Sekoper, Bupati meminta kepada Sekda Gresik, Djoko Sulistio Hadi yang hadir agar memberi perhatian khusus kepada Kades itu.
Sekda menjelaskan, 10 Sekoper yang dilaunching kali ini yaitu Sekoper Desa/Kelurahan Pulopancikan dan Kramatinggil di Gresik, Desa Dooro dan Dungus di Cerme, Desa Wonorejo dan Kedungsumber di Balongpanggang, Desa Sidomukti dan Kramat di Bungah, Desa Gunungteguh di Sangkapura, Desa Kepuhlegundi di Tambak.
Sebelumnya, pada tahun 2013 dibuka 4 Sekoper di Kecamatan Wringinanom Gresik, yaitu Sekoper Desa Kesambenkulon, Mondoluku, Sooko dan Sumbergede. ”Para perempuan peserta Sekoper ini banyak belajar tentang berorganisaasi dan kepemimpinan perempuan. Pemahaman program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Pemahaman tentang pengembangan ekonomi dan kemandirian perempuan, pemahaman tentang pemenuhan hak reproduksi perempuan,” ujar Sekda. [eri]

Tags: