Bupati Gresik Himbau Karyawati Kenakan Busana Muslim

Bupati Gresik Keluarkan Himbauan Karyawati Perusahaan Kenakan Busana Muslim. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Jelang datangnya Bulan Suci Ramadan tahun 1439 H, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto sebarkan Surat Edaran peringatan untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Edaran tertanggal 2 Mei 2018 bernomor 451/147/437.13/2018 itu dikirim sejak kemarin ke semua instansi.
Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Suyono, edaran yang dikirimkan kepada semua SKPD, Camat, BUMN dan BUMD, serta perusahaan yang ada di wilayah kabupaten sudah dikirimkan sejak kemarin. ”Diharapkan sebelum melaksanakan puasa, edaran itu sudah diterima semua pemangku kepentingan masing-masing,” kata Suyono Senin (14/5).
Setelah menerima surat edaran, diharapkan Suyono, para pemangku kepentingan bisa menyampaikan kepada semua khalayak yang ada dibawahnya, baik itu SKPD, Camat, BUMN dan BUMD maupun seluruh Perusahaan. ”Kami berharap pada Puasa Ramadan kali ini Gresik bisa lebih kondusif dengan mentaati semua aturan yang telah dijelaskan dalam edaran itu. Intinya, tidak ada lagi warung yang buka dengan tidak menghormati orang yang berpuasa. Tidak ada lagi pramuniaga maupun karyawati perusahaan yang tidak mengenakan busana muslim,” jelas Suyono.
Dalam surat edaran itu, Bupati menyampaikan dan mengingatkan tentang beberapa hal yang sudah diatur, baik melalui UU maupun Peraturan Daerah (Perda). Ada UU Nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Perda Nomor 15 tahun 2002 tentang larangan peredaran minuman keras. Serta Perda Nomor 07 tahun 2002 tentang pelarangan pelacuran dan perbuatan cabul.
Intinya, seluruh masyarakat Gresik untuk selalu menciptakan suasana dan menjaga kesucian Bulan Ramadan serta menghormati umat Islam yang tengah menjalankan puasa. ”Mengupapayakan menutup warung saat siang hari. Bagi yang tidak berpuasa agar tidak makan dan minum, serta merokok disembarang tempat serta mencolok terlihat bagi orang yang berpuasa,” papar Suyono.
Dalam edaran itu juga ada himbauan untuk memasang spanduk berisi himbauan untuk menghormati bulan puasa. Menjaga dan menggairahkan amalan pada Bulan Ramadan. ”Namun yang lebih penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan, setelah jam 24.00 dalam melaksanakan amalan Ramadan tidak menggunakan pengeras suara, atau mengecilkan volume suara sehingga tidak mengganggu warga sekitarnya,” pungkas Suyono. [eri]

Tags: