Bupati Amin Tegaskan NU dan Pesantren Tak Terpisahkan

Bupati Amin Said Husni, Saat Menyampaikan Sambutannya dalam Acara Laporan Penyelenggaraan Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah Cermee Bondowoso. [Samsul Tahar]

Bondowoso, Bhirawa
Nahdlatul Ulama (NU) dan Pesantren Merupakan dua Entitas yang tak terpisahkan. Apalagi kemajuan pendidikan pesantren tidak lepas dari peran kaum Nahdliyin.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni, dalam acara Laporan Penyelenggaraan Pendidikan oleh Yayasan Pondok Pesantren, Ramban Kulon Cermee Bondowoso pada ribuan wali santri. Menurut Bupati yang juga alumni PP Nurul Jadid Paiton ini, banyak hal yang perlu diperjuangkan bersama, di antaranya mempertahankan benteng atau pondasi keislaman, seperti akidah, syariat, fikih dan tidak dipengaruhi faham lain yang salah.
Kemudian, lanjut Amin, perjuangan selanjutnya adalah menyiarkan ajaran Islam nusantara, yang sesuai dengan thariqoh ahli sunnah wal jamaah. Menyiapkan kader memahami agama, santri yang siap jadi alat perjuangan ulama, NU dan pesantren. “Yaitu kader yang tidak dipengaruhi oleh paham-paham radikal,” katanya, Sabtu (12/5) malam.
Amin yang juga alumni PP Tebuireng itu menambahkan, semua itu akan menjadi pilar penting, untuk terus menegakkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Laporan penyelenggaraan pendidikan tahun pelajaran 2017-2018 yang dirangkai dengan Haul Masayich tersebut, merupakan hajat yayasan, yang khusus untuk wali santri dan alumni dengan ketua yayasan KH Abd Qodir Syam.
Selain bupati, acara tersebut juga dihadiri tokoh penting lainnya, di antaranya Ketua DPRD Bondowoso, H Tohari S.Ag, KH Asy’ari Fasya, ketua fraksi PKB H Sutriyono, Camat Cermee, ketua MWC NU Cermee, dan rombongan PCNU.
Sementara ada sekitar dua ribu jamaah yang terdiri dari Wali Santri dan masyarakat umum memenuhi halaman ponpes, untuk.mengikuti acara laporan pembelajaran dan Haul Masayich tersebut. [har]

Tags: