Beda Pilihan, Jangan Pecahkan Persatuan Indonesia

Presiden Joko Widodo memukul bedug saat peresmian program Pesantrenpreneur di Ponpes Bayt Al Hikmah, Kota Pasuruan, Sabtu (12/5).
(12/5).

(Pesan Presiden Jokowi Jelang Pilkada Serentak dan Pilpres 2019)
Pasuruan, Bhirawa
Presiden RI Joko Widodo, melakukan kunjungan kerja di Pasuruan. Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan, Jokowi melakukan peresmian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan pembagian sertifikat wakaf serta meresmikan Ummart.
Dihadapan ribuan santri dan para undangan, Presiden Joko Widodo menyoroti potensi perpecahan pada ajang Pilkada serentak 2018 ini, lantaran hanya berbeda pilihan. Kemajemukan merupakan keniscayaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Persatuan sangat penting dan harus terus dijaga. Karena bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar. Karena itu, saya menitip pesan bahwa pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali jangan sampai menjadikan kita ini retak. Termasuk pula tak menyapa antar tetangga, antar kawan dan antar kampung gara-gara beda pilihan. Makanya hal itu jangan sampai terjadi,” ujar Joko Widodo, Sabtu (12/5).
Saat ini bangsa yang memiliki 263 juta penduduk yang tersebar di 17 ribu pulau. Sementara 514 Kabupaten dan Kota tersebar di 34 Provinsi. Tak hanya itu, Indonesia memiliki 714 suku yang berbeda-beda, baik tradisi, bahasa daerah dan agama.
“Tahun ini Indonesia menggelar Pilkada serentak dan Pemilu pada 2019. Sehingga, saya berpesan agar saling menjaga hubungan sesama anak bangsa, agar tidak terpecah belah, akibat berbeda pilihan dalam pemilihan Bupati, Walikota, Gubernur hingga pemilihan Presiden,” tandas Joko Widodo.
Menurutnya, apabila terjadi perpecahan maka harga yang harus dibayar sangatlah mahal. Itu tak sebanding dengan besarnya negara Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku, agama, bangsa dan bahasa.
Selanjutnya apabila pesta demokrasi selesai, demokrasi itu harus saling rukun kembali. Demi menghindari perpecahan, semua elemen bangsa adalah saudara. “Kita ini semuanya saudara. Jika itu terjadi, ongkos sosial terlalu mahal karena negara kita ini negara majemuk,” tambah Joko Widodo.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Indonesia ketujuh itu juga mengapresiasi santri yang lebih memilih berwirausaha. Bahkan, atas apresiasi itu seorang santri mendapatkan perhatian berupa permodalan ke salah seorang santri Ponpes Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan.
Jokowi menilai, Anam memiliki jiwa bisnis dan memliki kemampuan membaca kesempatan. Karena, setiap ada acara di ponpes, dimanfaatkan berjualan lalapan lele. Sehingga tanpa ragu, Jokowi memberikan berjanji memberi modal kepadanya.
Khoirul Anam, merupakan siswa kelas XII di SMA Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan. Saat berdialog dengan Presiden, ia mengaku sempat berbisnis kuliner lalapan.
“Saat ada acara kegiatan di ponpes, saya sering berjualan lalapan lele di kawasan ponpes,” kata Anam di hadapan Jokowi.
Jokowi bertanya tentang modal yang dikeluarkan anam ketika memulai bisnisnya itu. Anam pun menyatakan bahwa modal bisnisnya hanya sebesar Rp 200 ribu dengan keuntungan Rp 2 juta. Mendapati keuntungan itu, Jokowi terkejut. Hingga kemudian menayakan kelanjutan bisnis Anam.
“Karena kesibukan sekolah hingga di ponpes, sehingga jualan lalapan lele tidak bisa dilanjutkan,” kata Anam.
Selanjutnya, Presiden memberi janji kepada Anam dengan memberikan modal usaha setelah lulus. Hanya saja ia harus sukses masuk ke Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, seperti yang diinginkannya.
Menurutnya, Anam memiliki jiwa bisnis dan memliki kemampuan membaca kesempatan. Sebab, tiap ada acara di ponpes, dimanfaatkan berjualan lalapan. Sehingga tanpa ragu, Jokowi memberikan anji modal kepadanya.
“Modal berapa yang kamu minta, saya bantu. Ayo langsung dihitung dengan modal kasaran berapa. Jika lulus kuliah, datang ke saya,” janji Jokowo ke Anam disaksikan ribuan santri.
Mendapat pertayaan dari Presiden, Anam tidak bicara banyak, hanya menyatakan akan menghitung jumlah modal yang dibutuhkan untuk pengembangan usahanya.
“Terima kasih Pak. Untuk berapa modalnya saya belum bisa merinci. Tapi setelah ini saya akan hitung secara rinci,” kata Anam. [hil]

Tags: