Wali Kota Madiun Sosialisasikan Pilkada Serentak 2018

Wali Kota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, SH. M.Hum (kiri), Wakil Wali Kota Madiun, Drs. H. Armaya dan Plt Sekda Kota Madiun, Rusdiyanto, SH. M.Hum saat menjadi nara sumber sosialisasi pilkada Kota Madiun 2018 di Wisma Haji, Selasa (24/4). [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Madiun 2018 akan terlaksana dua bulan lagi, sehingga, Pemkot Madiun semakin gencar melakukan sosialisasi. Dengan harapan, agar seluruh masyarakat yang telah memiliki hak suara dapat hadir secara maksimal pada hari pemungutan suara 27 Juni mendatang. Sosialisasi Pilkada bertajuk Bersama Kita Sukseskan Pilkada Serentak Tahun 2018 Menuju Madiun Lebih Maju dan Sejahtera terlaksana di Wisma Haji, Selasa (24/4).
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, SH. M.hum mengingatkan lagi tentang ideologi bangsa. “Pilkada bukan barang baru. Pemilihan itu merupakan tuntutan dan keinginan sejak lama nenek moyang kita. Dengan perjuangan mereka akhirnya berdiri Negara Indonesia,”tegas Wali Kota Sugeng Rismiyanto.
Dikatakannya, Pancasila sebagai ideologi bangsa dijabarkan secara jelas dalam UUD 1945. Sementara pemilu, baik pemilihan presiden-wakil presiden, kepala daerah, maupun DPR, DPRD, dan DPD, merupakan pengejawantahan sila ke-4 Pancasila.
Menurut orang nomor satu di Pemkot Madiun ini, masing-masing sila dalam Pancasila tidak dapat berdiri sendiri. Semuanya saling terkait dan bermuara pada orientasi untuk menghasilkan sila ke-5. Yakni, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. “Kita sedang memilih pemimpin. Kuncinya ada di tangan bapak ibu semua. Karena kedaulatan ada di tangan rakyat. Mestinya rakyat memilih pemimpin. Jangan disia-siakan,”ungkapnya.
Tahun ini ada 171 daerah yang melaksanakan pilkada. Termasuk di Kota Madiun. Pada Juni mendatang, masyarakat akan menghadapi pemilihan walikota-wakil walikota dan gubernur-wakil gubernur. ‘’Karena itu, mari kita memilih dengan cara seksama. Yang jelas dilarang money politic, black campaign, dan saling fitnah,’’ tegasnya.
Tak hanya itu, Sugeng juga mengingatkan bahwa penyelenggaraan pilkada, khususnya pemilihan walikota-wakil walikota, menggunakan dana dari APBD. ‘’Itu uang kita semua, sehingga jangan sampai menimbulkan kerugian yang lebih besar,’’ imbuhnya.
Kesempatan itu, Kepala Bakesbangpol Kota Madiun Bambang Subanto, mengatakan, sosialisasi dihadiri oleh 400 peserta. Mereka berasal dari ibu-ibu penggiat PKK, perwakilan ormas dan LSM, serta perwakilan segmen penyandang disabilitas. “Harapannya, dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk ke TPS menggunakan hak pilihnya,”katanya. [dar]

Tags: