Tumbuhkan Sisi Perduli Melalui Aksi Penanaman 1000 Mangrove

Salah satu siswa SMA 17 Agustus 1945 Surabaya (SMATAG) terlihat antusias dalam penanaman mangrove yang dilakukan di Hutan Mangrove Wonorejo, Surabaya pada senin (16/4).

Surabaya, Bhirawa
Sebanyak 250 siswa SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) melakukan aksi penanaman 1000 Mangrove di hutan Mangrove Surabaya, senin (16/4). Diungkapkan kepala SMATAG Prehantoro, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan sisi perduli siswa terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, pihaknya juga ingin memberikan pembelajaran langsung masalah praktis lingkungan kehidupan.
“Kita mengajak siswa kelas 10 dan 11 Ipa untuk melakukan study obeservasi di Lapangan centra Mangrove ini” Ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga turut mendukung konservasi alam untuk menjaga keramahan lingkungan alam sekitar. Misalnya saja, tambahnya dalam hal menjaga kebersihan, Pre sapaan akrab Prehantoro menjelaskan ketika penanaman, tanaman bakau yang terbungkus plastik, dipilah oleh siswanya untuk membuangnya di tempat sampah.
“Anak-anak juga diajarkan kehidupan secara biologis. Dengan telatennya memasukkan tanaman ke tanag yang sudah di lubangi dari situ mereka juga memilah sampahnya” Ujarnya.
Nilai-nilai seperti itulah, imbuh Pre, yang harus di ketahahui oleh siswa. Sehingga dengan begitu, mereka juga diajarkan untuk memanage kehidupan agar lebih tertata. “Yang kita latih tidak hanya akademisnya saja, melainkan juga aplikasi dalam kehidupan alam” sahutnya
Ditemui di tempat yang sama Kepala Dinas Pertanian Djoestamadji memaparkan jika kedepan, Surabaya akan di jadikan sebagai pusat Mangroove tersebar di dunia. Di mana nantinyam akan ada 164 jenis mangrove di dunia yang akan di tanam di beberapa titik pusat Mangrove di Surabaya.
“Nantinya, kita berencana akan membangun satu-satunya pusat mangrove international dengan 164 jenis mangrove di seluruh dunia” Paparnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, jelasnya pihaknya membutuhkan lahan sekitar 200 hektar. Namun, sayangnya pusat Mangrove yang bertempat di jalan raya Wonorejo-Rungkut tersebut hanya memiliki luas area sekitar 60 hektar. “sisanya, akan kami sebar di area medokan ayu, gunung anyar, wonorejo dan keputih” sahutnya.
Sementara itu, bagi Tika Dyah keikutsertaannya pada aksi penanaman 1000 mangrove siang kemarin (16/4) merupakan aksi pertama kalinya. Siswa kelas 11 IPA ini mengungkapkan jika keprihatinanya terhadap kondisi lingkungan membuatnya ingin turut dalam kontribusi penanaman mangrove.
“Dengan kita melakukan penanaman mangrove secara sendiri, rasa menjaga dan rasa memiliki akan meningkat. Karena itu hasil tanaman kita” ujarnya
Selain itu, tambah dia, dari kegiatan penanaman pohon mangrove, ia bisa mengetahui proses penanaman mangrove yang benar. Sehingga tanaman tersebut tumbuh dengan baik. “Sisi yang lain dari aksi penanaman mangrove tadi adalah menjalin kebersamaan karena penanaman tersebut dilakukan secara tim” pungkasnya. [ina]

Tags: