TNI Bersama Rakyat Tanam Ribuan Pohon Kelor

Masyarakat Desa Lengkong Lor bersama TNI menanam pohon kelor di lahan Perhutani.(ristika/bhirawa)

(Dongkrak Perekonomian Desa)
Nganjuk, Bhirawa
Tanaman kelor kini menjadi tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi setelah diketahui sebagai tanaman obat berkhasiat. Kondisi itulah yang menjadikan pertimbangan mengapa dalam TMMD ke-101 membudidayakan pohon kelor.
Tepatnya di hutan petak 73 RPH Losari BKPH Ngujung Barat KPH Jombang, warga bersama TNI menanam pohon berkasiat tersebut. “Ada 1200 bibit tanaman kelor, kami bersama masyarakat Desa Lengkonglor menanamnya bersama-sama di hutan petak 73 RPH Losari BKPH Ngujung Barat,” ujar Komandan Distrik Militer 0810 Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono SE dihubungi akurasinews.com.
Untuk kegiatan penanam tersebut, lanjut Dandim melibatkan dua puluh anggota TNI dan lima belas warga Desa Lengkonglor dan Losari, “Kenapa kita pilih kelor, selain banyak manfaatnya, tanaman ini tidak membutuhkan perawatan ekstra, ketika sudah mendapat sinar matahari dan air yang cukup, tanaman kelor pasti tumbuh,” paparnya.
Mengenai, luas area tanam, kata Letkol Arh. Sri Rusyono, adalah 1,3 hektar, di hutan Perhutani tepatnya petak 73 Losari, “Sudah kita koordinasikan dengan perhutani juga, karena memang areal penanam ada di wilayah KPH Jombang, meskipun lokasinya berada di Kabupaten Nganjuk,” jelasnya.
Daun kelor sudah dianggap sebagai tanaman ajaib yang bisa dipakai sebagai obat herbal semua penyakit. Kandungan vitamin C daun kelor semakin banyak dari sayur ataupun buah lainnya. Di luar itu, kandungan vitamin A serta potasium dalam daun kelor sangatlah tinggi.
Dikatakan Letkol Arh. Sri Rusyono menyampaikan, tanaman kelor banyak khasiatnya. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Pomosda dan Perhutani untuk membudidayakan tanaman keras yang satu ini. Selain itu, tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit. Bibit Kelor ditanam di lahan dengan cukup sinar matahari tanpa pengairan yang melimpah. Ketika tanaman sudah mulai setinggi lutut, cukup dibiarkan saja hingga berbuah.
“Memang dilihat dari jenis tanaman, tidak begitu menarik, tapi khasiatnya luar biasa. Memiliki khasiat macam-macam untuk kesehatan tubuh dan kecantikan,” terang Letkol Arh. Sri Rusyono saat mengunjungi lokasi TMMD di Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu.
Diantaranya, lanjut orang nomor satu di jajaran TNI di Nganjuk, khasiatnya untuk menjaga berat badan, cukup gizi untuk ibu menyusui, memperlambat efek penuaan, dan lain-lain.
Seperti diujicobakan oleh anak-anak Pondok Pesantren Pomosda Warujayeng, para santrinya sering mengkonsumsi ekstrak dari daun kelor untuk menjaga kesehatan tubuhnya, termasuk dipakai untuk bahan kecantikan. “Bila dibudidayakan dengan baik, biji dan daunnya bisa laku dijual,” tegasnya.
Menurut Dandim, tanaman kelor memiliki khasiat multi fungsi. Hampir seluruh bagian batang pohonnya dapat dimanfaatkan. Selain daun dan buahnya dapat dikonsumsi untuk sayuran, batang pohon dan akarnya dapat digunakan sebagai kayu bakar.
Dandim berharap, warga Desa Lengkonglor juga ikut budidaya Kelor. Untuk pertama, warga bisa bekerjsama dengan Perhutani, hasilnya dijual melalui Pondok Pesantren Pomosda Warujayeng.(ris)

Tags: