SMAM X Beri Kesempatan Siswa Inklusi Ikuti UNBK

Salah satu siswa inklusi (Anak berkebutuhan Khusus) ikut serta dalam UNBK 2018 di SMA Muhammadiyah X Surabaya, Kamis (12/4).

Surabaya, Bhirawa
Upaya penyetaraan lulusan, tengah dilakukan oleh SMA Muhammadiyah X Surabaya kepada siswa inklusi dengan kategori slow learner dan Retardasi Mental. Diungkapkan kepala SMAM X, Sudarusman jika pihaknya ingin memberikan hak sama untuk siswa inklusi yang ada di tempatnya. Terbukti, di hari ke empat atau hari terakhir Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), kamis (12/4) ke dua siswa inklusi dapat mengikuti UNBK dengan baik.
“Kami menyadari bahwa mereka semestinya mempunyai hak yang sama dengan siswa regular, sementara sekolah inklusi lainnya hanya terpaku pada ujian sekolah untuk mereka,” unkapnya. Sedangkan untuk Ujian Nasional, lanjut dia, sekolah inklusi lainnya cenderung tidak mau mengambil keputusan untuk melibatkan siswa inklusinya dalam mengikuti UNBK.
“Mereka kan hanya mengalami ‘Keterlambatan IQ’ saja, dan semuanya butuh proses” sahutnya.
Terkait ijazah yang digunakan untuk siswa inklusi, Sudarusman mengatakan jika pihaknya menggunakan keterangan ijazah yang sama dengan siswa regular. Pihaknya mengakui, bahwa Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim tidak mempermasalahkan hal tersebut.
“Ijazah siswa inklusi sama halnya dengan ijazah yang di dapat siswa regular, dan pihak Dindik Jatim pun tidak masalah akan hal itu, setelah kami jelaskan” tuturnya
Diakui Sudarusman bahwa ini merupakan kali ke duanya dalam mengikutseratakan siswa inklusi untuk UNBK. Ia meyakini, dengan keterlibatan siswa inklusi pada UNBK, mereka mampu menaikkan grade atau kemampuannya dengan baik. “Setelah ujian, great mereka bertambah, makin lama, percaya dirinya makin lebih dan kemampuan lainnya mengikuti” paparnya.
Pihaknya mengakui, bahwa tidak ada pembeda dalam segi teknis untuk siswa inklusi maupun regular. “Sama saja, ssoal siswa inklusi kita sama dengan regular, mereka juga pakai komputer” Jelasnya.
Guru Pendamping Khusus SMAM X, Rosyida Aziz menjelaskan bahwa untuk siswa inklusi atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pihaknya lebih menekankan pelatihan sikap siswa inklusi untuk bisa tenang.
“Kami punya program SPAH untuk mengontrol dan melatih mereka agar perilaku atau sifatnya lebih baik dan lebih tenang” jelasnya. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengenalan teknologi sejak kelas sepuluh (X) SMA sebagai persiapan dalam mengikuti UN berbasis Komputer, di samping pengerjaan try-out sebagai bentuk pendampingan menjelang UNBK.
Sementara itu, salah satu guru Shadows siswa inklusi dengan spectrum Retardasi Mental, Haqqul Amaliyah mengungkapkan bahwa, Keikutsertaan siswa inklusi yang di tanganinya dalam UNBK, membawa pengaruh besar dalam diri siswa inklusi yang identitasnya dihasiakan.
“Meskipun tidak disuruh belajar, ia tetap belajar. Meskipun tidak bisa ia berusaha untuk bisa. Jadi keinginan dia untuk bisa itu kuat dengan keikut sertaanya pada UNBK tahun ini,” papar guru shadow salah satu siswa yang sengaja Bhirawa rahasiakan. [ina]

Tags: