SD IT Nurul Fikri Sidoarjo Gelar Wisuda Al Quran

Acara wisuda Alquran SD IT Nurul Fikri Sidoarjo.

Sidoarjo, Bhirawa
Ada yang berbeda pada acara wisuda Alquran SD IT Nurul Fikri Sidoarjo. Meskipun para peserta semuanya sudah lulus ujian hafalan atau bacaan, mereka tetap diuji publik di atas panggung wisuda.
Ketua Panitia ustad Ahmad Fauzi dalam laporannya mengatakan prosesi wisuda merupakan kelanjutan dari munaqosah atau ujian hafalan dan bacaan yang diselenggarakan beberapa waktu sebelumnya. Menurut Ahmad Fauzi peserta wisuda terdiri dari kategori hafalan dan bacaan. Jumlah semua peserta wisuda hafalan (tahfidz) dan bacaan (tilawah) sebanyak 109 siswa.
Meskipun masih kelas III-VI, mereka dengan tangkasnya menjawab berbagai pertanyaan dari para guru dan undangan. Banyak siswa kelas IV SD hafal 2 juz, ada anak kelas VI yang hafal 5 juz.
Ketua Yayasan, ustadz Syaiful Arifin SS berharap agar pada wisuda berikutnya tidak hanya target dua juz tetapi minimal hafal lima juz.
“Berkali-kali yang diwisuda hanya para siswa, saya bermimpi semoga kelak yang diwisuda adalah para orangtua siswa. Gantian, anak-anak yang duduk di bangku, orangtua yang di panggung,” harapnya disambut senyum hadirin.
Untuk tahun ini, tim Al-Quran SD IT NF menggunakan metode wafa. Wafa merupakan cara belajar Al-Qur’an metode otak kanan. Ketua panitia menerangkan bahwa acara ini menjadi rangkaian pembelajaran setelah lulus munaqosah atau ujian yaitu tilawah, tajwid, gharib, imla, dan ujian tulis. Hadir pada kesempatan itu pengurus tim wafa Surabaya ustadz Mohammad Yamin, pengurus yayasan, dan para guru dan undangan. Direktur Wafa Mohammad Yamin menegaskan bahwa menjadi sahabat Alquran adalah sebuah keniscayaan.
“Alquran akan menjadi penolong kita,” pesannya.
Sekolah di Sukodono Sidoarjo ini tidak hanya memiliki berbagai prestasi akademik yang membanggakan, SD IT Nurul Fikri Sidoarjo juga memberikan perhatian yang utama pada pembelajaran agama khususnya belajar Alquran. Dengan mempertahankan sinergi yang harmonis antara guru, orangtua, dan berbagai pihak lainnya, para siswa dapat belajar dengan hasil yang optimal. Terlebih dengan tetap menguatkan keimanan di tengah arus perubahan zaman yang penuh tantangan. [why]

Tags: