RS Syaiful Anwar-Unibraw Gelar Baksos Bibir Sumbing

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bersama dr Herman serta Direktur RS Mitra Sehat Situbondo, Imam Hidayat, saat memantau pelaksanaan operasi bibir sumbing Sabtu (28/4). [sawawii/bhirawa].

(Bersama RS Mitra Sehat Gratiskan 20 Anak Warga Tak Mampu)
Situbondo, Bhirawa
Puluhan tim medis Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang dan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-Unibraw) Malang melakukan bedah operasi bibir sumbing 20 anak tak mampu yang tersebar di Kota Situbondo, Sabtu (28/4). Ini terselenggara berkat adanya kerjasama dengan Rumah Sakit Mitra Sehat Kabupaten Situbondo dan Yayasan Sekar Lintas Nusantara dan Smile Train Malang.
Direktur Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo Imam Hidayat mengatakan, peserta operasi bibir sumbing awalnya terdaftar 25 anak. Namun yang positif melakukan bedah operasi hanya 20 anak. “Dalam operasi ini tidak ada persyaratan khusus. Namun yang paling penting mereka datang kemudian mendaftarkan nama anaknya yang akan dioperasi,” jelas Imam Hidayat.
Imam kembali menjelaskan kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat kurang mampu terutama anak yang mengalami bibir sumbing. “Mulai dari proses tahapan operasi medis hingga luka bekas operasi semua kami gratiskan. Ini murni untuk membantu kalangan warga tak mampu yang anaknya menderita bibir sumbing, ” papar Imam.
Ketua tim operasi bibir sumbing dr Herman mengatakan, dengan dilaksanakannya operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo ini, masyarakat yang ada di Kota Santri Situbondo tidak perlu jauh melakukan operasi bibir sumbing ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.  “Operasi bibir sumbing ini akan terlaksana dengan baik karena operasi dilakukan oleh tim dokter ahli bedah plastik dan tim anestesi. Agar operasi berlangsung lancar kami melibatkan 11 tim medis gabungan,” tutur dr Herman, dokter ahli bedah RS Syaiful Anwar Mmalang.
Masih kata dr Herman, keberhasilan operasi bibir sumbing, selain didukung oleh kesiapan pasien juga harus konsisten mengikuti petunjuk dan arahan dokter. Misalnya saja, sebut dia, pasien yang habis dioperasi bibirnya tidak boleh menyedot susu dan harus menggunakan sendok saat menerima asupan susu sehingga proses kesembuhan pasca operasi bibir sumbing akan cepat. “Bahkan hanya semalam saja dan besok pasien sudah bisa pulang,” tegas dr Herman.
Sementara itu, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto SH saat mengunjungi proses operasi bibir sumbing sangat mengapresiasi kepada RS Syaiful Anwar dan FK-Unibraw Malang serta RS Mitra Sehat Situbondo yang berhasil melaksanakan operasi bibir sumbing bagi masyarakat Situbondo. Bupati Dadang berharap dimasa mendtang kegiatan serupa bisa kembali dilaksanakan bagi masyarakat tak mampu yang ada di Kabupaten Situbondo. “Saya sangat berharap ada kegiatan baksos kembali di Kabupaten Situbondo,” pungkas Bupati Dadang seraya menyerahkan bantuan dana disela sela operasi kepada orang tua pasien. [awi]

Tags: