Ratusan Siswa SMAN Mojosari Tuntut Kasek Dicopot

Aksi demo yang dilakukan siswa siswi. SMAN Mojosari yang menuntut Kasek mundur. [kariyadi]

Dindik Jatim Tak Ingin Gegabah Ambil Keputusan
Kab Mojokerto, Bhirawa
Ratusan siswa-siswi SMAN Mojosari, Mojokerto menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah, Selasa (24/4). Dalam aksinya mereka menuntut kepala sekolah dicopot dari jabatannya karena dinilai kerap melakukan pungutan liar (pungli) .
Aksi demo itu diikuti semua siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 3. Mereka membawa berbagai poster kecaman terhadap Drs Waras yang saat ini menjabat kepala SMAN Mojosari. Selain itu mereka juga melakukan orasi secara bergantian. Fuad, salah seoarang siswa dalam orasinya mengatakan, selama ini semua siswa dikenai SPP Rp 250 ribu per bulan, namun peruntukannya tidak jelas dan banyak fasilitas yang dikurangi. “Seperti kipas angin di kelas dicopot, proyektor juga diambil,” lontarnya.
Dalam orasinya, para siswa juga mempermasalahkan fasilitas dan perhatian bagi siswa berprestasi yang selama ini tidak ada. Sedangkan di beberapa poster ada yang tertulis “Mulut Halus, Otak Tikus, Suka Fulus” dan beberapa poster kecaman lainnya. Selama demo berlangsung, tampak beberapa personil polisi turut mengamankan jalannya aksi unjuk rasa.
Unjuk rasa tersebut dimediasi secara langsung oleh Maryono Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Mojokerto. Pihaknya menjelaskan, hasil dari musyawarah bersama sepuluh perwakilan siswa dewan guru dan juga pihak kepolisan, empat tuntutan yang menjadi tuntutan siswa akan segera dipenuhi.
Mulai dari Kepala sekolah yang dijabat Drs waras akan segera mengundurkan diri sedangkan pihak dinas pendidikan tinggal mengajukan kepada provinsi, semua fasilitas akan segera dipenuhi, serta akan ada transparansi anggaran dari pihak sekolah. Sedagkan tuntutan yang terakhir masalah tidak adanya fasilitas kepada siswa siswi yang berprestasi mengharumkan nama sekolah, Mariyono mengatakan terdapat miss komunikasi. Bahkan kepala sekolah sudah memberikan fasilitas bagi siswa yang berprestasi namun tidak di laksanakan oleh orang yang di tunjuk.
“Dalam waktu dekat akan segera kita gelar rapat bersama dewan guru SMAN 1 Mojosari rencananya tanpa kepala sekolah, untuk menindaklanjuti hasil mediasi ini ” pungkas Mariono.
Dihubungi terpisah, Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman mengaku akan menurunkan tim inspektorat untuk memastikan tuduhan siswa SMAN 1 Mojosari pada kepala sekolahnya. Aksi demo siswa ini tidak harus langsung berimbas dengan penurunan kepala sekolah. Apalagi selama ini tidak pernah ada laporan terkait penyimpangan wewenang yang dilakukan kepala sekolah tersebut.
“Yang jelas semuanya harus di kroscek. Karena kalau semua tendensi buruk kemudian kepala sekolah diberhentikan, bisa jadi nanti LSM, guru menggerakkan muridnya buat demo,”ujarnya ketika dikonfirmasi.
Ia menegaskan tidak bisa gegabah untuk menyatakan kepala sekolah bersalah. Pihaknya akan segera meminta ada klarifikasi atas pengambilan fasilitas pendidikan siswa seperti proyektor dan kipas. “Bukan saya membela kepala sekolah, tetapi nanti ada dampak buruk juga kalau satu Jatim demo dan kepala sekolah diberhentikan semua,” urainya.
Hasil inspektorat nantinya akan juga mencari otak dalam demo tersebut. Jika diketahui guru yang menggerakkan demo, maka akan dilakukan penertiban dan sanksi yang sesuai. [kar.tam]

Tags: