Prihatin Tingginya Angka Perceraian

Nur Achamd Syaifudin

Nur Achamd Syaifudin
Tahukah Anda, jika ternyata angka perceraian di Kabupaten Sidoarjo sangatlah tinggi, jumlahnya mencapai ribuan pasangan. Kondisi ini memantik keprihatinan Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifudin dengan kehidupan rumah tangga warganya.
Saat membuka acara sidang keliling Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo, belum lama ini di Balai Kantor Kecamatan Krian, orang nomor dua di Pemkab Sidoarjo ini mengaku baru tahu, kalau angka perceraian rumah tangga yang kini sedang diproses PA Sidoarjo, mencapai angka 4.500-an kasus.
Menurut suami dari Turidatus Salimah ini, maka itu sebelum menikah setiap calon pengantin sangat penting untuk diberikan pemahaman masalah pranikah. Agar pasangan nanti tahu akan kewajiban suami dan kewajiban istri. “Kalau pemahaman pasangan rendah, ya begini akibatnya, angka perceraian jadi sangat tinggi,” ujar pria yang kini berusia 55 tahun itu.
Dari pengalaman hidupnya, warga Desa Janti Kec Waru ini berpendapat, karena itu pendidikan pranikah harus diperkuat. Ia menyarankan agar balai nikah yang ada di Kantor Urusan Agama (KUA), harus lebih serius dalam menyelenggarakan pendidikan pranikah. Karena masalah rumah tangga sangatlah kompleks.
Pria penyuka warna hijau ini mencatat sejumlah factor yang biasanya jadi penyebab kasus perceraian. Diantaranya, karena factor mental pasangan yang mudah goyah sebab kurangnya pendidikan pra nikah, factor ekonomi dan factor pengaruh pihak ketiga. Tidak hanya memunculkan kasus perceraian, kata pria yang akrab disapa dengan Cak Nur ini, kurangnya pendidikan pranikah, kadang bisa memunculkan kasus KDRT dalam kehidupan rumah tangga.
Cak Nur sempat membuka rahasia rumah tangganya, bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa istri di sisinya. Sang istri, menurut pria yang dalam perjalanan kariernya pernah jadi seorang guru TPQ itu, adalah segala-galanya. “Istri saya sangat membantu menginspirasi kerja saya, maka itu kalau istri saya sedang marah, dunia ini terasa seperti kiamat,” kata Wabup Sidoarjo ini sambil senyum. [kus]

Rate this article!
Tags: