Posbindu Kabupaten Lumajang Diharapkan Mampu Cegah PTM

Suasana kegiatan Posbindu PTM 2018 yang digelar di Hotel Lumajang

Lumajang, Bhirawa
Dalam rangka untuk menekan jumlah angka penyakit tidak menular (PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang meluncurkan giat yaitu pertemuan peningkatan dukungan dan peran lintas sektor dalam program posbindu tahun 2018.
Kegiatan ini melibatkan lintas sektoral diantaranya dari TP PKK Kecamatan, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah SMA SMK, serta dari perwakilan OPD.
Kegiatan yang di gelar di Aula Hotel Lumajang (25/4) tersebut juga dihadiri oleh kasi PTM Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Bambang SKM yang menjelaskan berdasarkan undang-undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 sesuai dengan juknis Posbindu PTM Kementerian Kesehatan RI tahun 2012, maka salah satu strategi yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten untuk mengendalikan penyakit tidak menular yang kemudian dikembangkan model pengendalian penyakit tidak menular berbasis masyarakat adalah pelaksanaan pos pembinaan terpadu atau posbindu PTM.
Hal tersebut merupakan bentuk kewaspadaan dan peran serta masyarakat pengendalian faktor risiko-risiko PTM yang terjadi di masyarakat dapat ditekan.
“Masyarakat harus memiliki kewaspadaan terhadap penyakit yang jumlahnya terus meningkat ini, untuk itu sejumlah lembaga baik itu dilingkungan Pemkab, di Desa maupun di lembaga sekolah harus digiatkan,” ujarnya.
Sementara itu menurut Agus Hari Widodo selaku Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Lumajang dalam keterangannya menjelaskan bahwa berdasarkan data jumlah penderita PTM khususnya Diabetes melitus menduduki angka tertinggi di Jawa Timur.
” Banyak faktor penyebab tingginya penderita PTM ini, diantaranya pola hidup,pola makan,pola pikir dan juga stress,” ujarnya.
Dengan program Posbindu tersebut diharapkan dapat membantu untuk mensukseskan program tersebut. Namun terkait dengan kegiatan tersebut pihaknya juga menjelaskan bahwa pada pelaksanaan Posbindu PTM 2018 itu dinilai masih perlu banyak evaluasi, diantaranya prasarana yang masih terbatas, dukungan lintas sektoral dinilai masih belum optimal masyarakat yang belum memahami posbindu itu sendiri.
Hal yang mendasar daripada tujuan dari kegiatan tersebut menurutnya adalah meningkatkan koordinasi dan kerjasama di wilayah dalam upaya pengendalian PTM, serta untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta tentang pentingnya upaya pengendalian penyakit tidak menular melalui program posbindu.
“Kegiatan tersebut berhasil kalau ada dukungan dan peran serta lintas sektoral dalam program posbindu yaitu dengan terbentuknya posbindu di setiap instansi atau OPD, di wilayah kecamatan dan di lembaga sekolah,” pungkasnya.(Dwi)

Tags: