Polresta Sidoarjo Gandeng MUI dan Ansor Amankan Narkoba

Kapolresta bersama MUI dan Ansor menunjukkan barang bukti hasil operasi tumpas Narkoba semeru. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Dalam memberantas peredaran Narkoba jenis obat-obat terlarang maupun Miras. Polresta Sidoarjo telah menggandeng MUI dan Ansor setempat. Karena kerjasama dengan lembaga tersebut sangat efektif, apalagi Ansor yang sudah memiliki anggota cukup banyak hingga ke pelosok desa-desa.
Hal itu ditegaskan Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji dalam gelar Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018, (25/4) di halaman Mapolresta Sidoarjo. Terbukti dalam selama 12 hari, berhasil mengungkap 80 kasus peredaran Narkoba dengan jumlah tersangka mencapai 90 orang. Rinciannya 88 tersangka laki-laki dan dua tersangka perempuan. Barang buktinya, ganja 20,3 kilogram, sabu-sabu 90,44 gram, pil double L 17.152 butir, ekstasi 65 butir, Hand Phone (HP) 33 unit, serta uang tunai Rp762.000.
”Puluhan pengedar Narkoba ini diamankan dari Satuan Resnarkoba dan jajaran 18 polsek. Mereka terbagi dalam dua jaringan. Yakni jaringan Gedangan ada 3 tersangka dan jaringan Sidoarjo – Surabaya – Medan ada dua tersangka,” tegas Himawan Bayu Aji.
Selain itu, lanjut Himawan petugas juga berhasil mengamankan 498 penjual Miras. Sebagian penjual Miras sudah disidangkan dan yang sebagian diberi sanksi pembinaan. Barang buktinya ada 3.198 botol Miras oplosan dan pabrikan. ”Untuk yang pembinaan sebagian masih anak-anak. Tapi, karena Sidoarjo kota transit maka kami belum menemukan lokasi pabrik oplosan di Sidoarjo,” imbuhnya.
Para tersangka Narkoba itu, lanjut Himawan dijerat pasal 111 ayat 1, pasal 112 ayat 1, pasal 114 ayat 1, pasal 114 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
”Meski tak menemukan pabrik di Sidoarjo, kami tetap memaksimalkan pemberantasan miras ini. Makanya kami tidak memikirkan peringkat berapa dalam Operasi Tumpas Semeru. Karena kami ingin pemberantasan Narkoba dan Miras maksimal,” tegasnya.
Sementara perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo, KH Wakhid Harun dan Ketua Ansor Sidoarjo, Rizza Ali Fazin juga mengatakan, kalau semua pihaknya harus mendukung pemberantasan Narkoba dan Miras ini. Alasannya, seluruh permasalahan kebanyakan dipicu Miras dan Narkoba. ”Ini menunjukkan murni pemberantasan Narkoba dan Miras ini bentuk kasih sayang ke masyarakat Sidoarjo. Makanya, semua harus mendukungnya,” jelas Wakhid Harun. [ach]

Tags: