Polres Malang Berhasil Menggrebek Pabrik Pembuat Miras

Puluhan barang bukti drum plastik berisi fermentasi bahan pembuatan miras jenis arak, saat diamankan di Kantor Polres Malang, Kec Kepanjen, Kab Malang.

Kab Malang, Bhirawa
Anggota Polres Malang berhasil menggrebek pabrik pembuat miras di Desa Sindurejo, Kec Gedangan, Kabupaten Malang. Beberapa barang bukti berhasil diamankan, sayangnya petugas belum menangkap si pembuat yang berinisial S.
“Saat Polisi melakukan penggrebekan di pabriknya, mereka (S) tidak ada di tempat,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Polres Malang AKP Muhamad Fathoni, Selasa (10/4), kepada wartawan.
Dan saat ini, lanjut dia, pihaknya masih melakukan pencarian terhadap pemilik pabrik miras tersebut. Selain itu, pihaknya pun juga masih melakukan penyelidikan (lidik) terhadap pelaku.
Sementara, dalam penggrebekan pabrik miras di wilayah Kecamatan Gedangan, pihaknya telah mengamankan 45 drum plastik yang berisi fermentasi bahan pembuatan miras jenis arak, satu buah mesin pengolah tepung atau penghancur ragi, satu buah dandang atau alat masak, dua buah tabung gas elpiji 3 kilogram beserta regulator, dan dua karung kecil, serta 8 kilogram gula pasir.
“Pelaku kita duga melakukan produksi miras jenis arak dengan menggunakan bahan dari ketan hitam yang kemudian dicampur dengan ragi, lalu ditimbun selama beberapa hari, yang selanjutnya bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan arak nantinya akan mengandung alkohol,” jelasnya.
Menurutnya, pembuatan miras jenis arak tersebut, juga dilakukan pemanasan dengan dilakukan penyulingan. Sehingga dari hasil penyulingan itu, lalu hasilnya dijual oleh pemiliknya. Dan keberhasilan dalam penggrebekan yang dilakukan oleh Tim Reserse Kriminal (Reserse) Polres Malang, sebelumnya mendapatkan laporan dari masyarakat adanya tempat produksi minuman keras jenis arak di wilayah Kecamatan Gedangan.
“Atas perbuatannya memproduksi miras, maka pelaku akan kita jerat dengan Pasal 204 ayat 1 KUHP dan atau pasal 62 Jo Pasal 8 ayat 1 Huruf A Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 140 Sub Pasal 142 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara,” tegas Fathoni.
Dalam kesempatan itu, dia juga menghimbau kepada berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Malang untuk turut memerangi penggunaan miras, dan dirinya juga mengimbau pada masyarakat untuk ikut mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam mengkonsumsi miras, baik itu jenis arak maupun miras jenis lainnya. [cyn]

Tags: