Polisi Diminta Tak Razia Saat UNBK SMPN/MTsN

Kepala Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Kab Madiun Sodiq Hery Purnomo, S.Si (kanan) didampingi, Kadin Kominfo Kab Madiun, Drs. Sawung Rehtomo, M.Si, saat jumpa pers di RM Ayam Penyet di Madiun, Selasa (17/4). [sudarno]

Kab Madiun, Bhirawa
Kepolisian Resot Kabupaten Madiun diharapkan tidak mengadakan razia khususnya kepada siswa SMPN dan MTsN yang berangkat atau yang pulang Ujian Negara Berbasis Komputer (UNBK). Demikian, ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Kab Madiun Sodiq Hery Purnomo, S.Si yang didampingi, Kadin Kominfo Kab Madiun, Drs. Sawung Rehtomo, M.Si kepada wartawan saat jumpa pers di RM Ayam Penyet di Madiun, Selasa (17/4).
Menurut Sodik panggilan akrab Sodiq Hery Purnomo, pada tahun 2018 ini di Kab Madiun terdapat 82 lembaga dengan peserta UNBK 15.024. Terdiri, SMPN 46 dengan jumlah murid 6.150 sebagai peserta UNBK dan 36 MTsN jumlah 8.874 siswa peserta UNBK.
Untuk kelancaran pelaksanaan UNBK 2018 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Madiun telah mengadakan MoU dengan PT. Telkom, PLN dan Polres Kab Madiun. Dengan PT. Telkom untuk meningkatkan jaringan Telkom, agar pelaksananan UNBK bisa berjalan lancar. Demikian dengan PLN, agar selama pelaksanaan UNBK, pihak PLN untuk tidak melakukan pemadaman listrik.
Sedang dengan Polres Kab Madiun, selama pelaksanaan UNBK, Polres untuk tidak melakukan razia atau tidak melakukan operasi terhadap pengendara sepeda motor khususnya kepada peserta UNBK baik saat berangkat maupun pulangnya.
Dijelaskan oleh Sodiq, pihaknya untuk meraih kesuksesan dalam UNBK di Kab Madiun seperti di tahun-tahun lalu, kini pihaknya melakukan simulasi atau try out di sekolah-sekolah seminggu tiga kali. Dan hasilnya cukup lumayan baik.
“Dari hasil simulasi dan try out inilah, nantinya diharapkan UNBK tidak jauh dari simulasi dan try out seperti yang dilakukan oleh siswa-siswa selama ini dan kahirnya UNBK di Kab Madiun tingkat kelulusannya bisa 100 persen seperti tahun lalu,”ungkap Sodiq berharap. Yang jelas, lanjut Sodiq, pada tahun 2018 ini, di Kab Madiun terdapat UNBK untuk kejar paket B dan C. Untuk kejar paket B terdapat 7 kelompok pesertanya UNBK 124 dan kejar paket c 6 kelompok dengan 220 siswa peserta UNBK. Yang masing-masing kejar paket usia antara 17 tahun sampai dengan 24 tahun.
“Ya, khusus peserta kejar paket B dan C, peserta harus bisa menunjukan ijazah sekolah dibawahnya yakni dari SD dan tanpa itu kiranya tidak bisa mengikuti UNBK yang diselenggarakan pemerintah tersebut yang pelaksanaannya di SMK Ping Wonoasri Kab Madiun, nantinya,” pungkas Sodiq mengakhiri pembicaraan. [dar]

Tags: