Pjs Bupati dan Anggota DPRD Jombang Sambangi Yoga

Pjs Bupati Jombang Setiajit SH MM (memeluk Yoga) saat menyambangi Yoga, Selasa sore (10/04). [Arif Yulianto]

Terenyuh Melihat Kondisi Sang Nenek
Jombang, Bhirawa
Setelah di beritakan di Harian Bhirawa, ,sejumlah pejabat mulai dari Pjs Bupati Jombang, Setiajit hingga anggota dewan mengunjungi rumah Helmi Prayoga di Dusun Murong Timur, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Jombang sekaligus melihat langsung kondisi sang nenek Samunti (80) yang tergelatak lemah karena sakit.
Selama ini Helmi Prayoga atau yang biasa di sapa Yoga itu merawat Samunti, bahkan siswa kelas dua SD di wilayah Jogoroto, Jombang itu harus rela bolos sekolah untuk merawat sang nenek.
Pjs Bupati Jombang, Setiajit SH MM dan rombongan tiba di rumah Yoga Selasa sore (10/4). Beberapa kali Setiajit memeluk Yoga. Kepada sejumlah wartawan, Setiajit mengatakan, pihaknya berjanji akan menyekolahkan Yoga hingga lulus SMA.
“Saya bangga kepada Yoga, dia anak yang sholeh, dan kami berjanji untuk menyekolahkan Yoga sampai lulus SMA paling tidak. Dan ini bagian dari tugas kami,” ujar Setiajit.
Tentang kondisi nenek Yoga, Setiajit menandaskan untuk di monitoring kesehatannya. Ia pun ingin agar nenek Yoga di pastikan apakah menderita Tuberculosis (TBC) atau tidak.
“Sudah saya sampaikan ke puskesmas juga, untuk di ‘maintain’ terus. Rupanya, mudah-mudahan tidak, ini kan ada kaitannya dengan paru, biasanya TBC. Nah, TBC ini harus kita berantas. Saya sudah pesankan kepada puskesmas, saya sudah sampaikan kepada Pak Kadinkes, untuk seluruh camat, seluruh kepala desa untuk mendata berapa jumlah penyakit TBC seperti itu,” papar Setiajit.
Sementara itu salah seorang anggota DPRD Jombang, Syarif Hidayatulloh (Gus Sentot) yang mengetahui kabar tersebut Senin malam (9/10) langsung menyambangi Yoga. Gus Sentot sempat menyerahkan langsung bantuan uang 300 ribu rupiah yang menurutnya adalah bantuan bulan pertama. Ia menjanjikan bantuan serupa tiap bulannya nanti.
“Saya prihatin dengan kondisi Yoga, makanya, secara pribadi saya memberikan bantuan uang 300 ribu per bulan hingga Yoga lulus SD nanti. Setelahnya, kita lihat perkembangannya,” kata Gus Sentot yang juga Ketua Komisi D DPRD Jombang tersebut kepada Bhirawa.
Sebelumnya, tersiar kabar bantuan juga datang dari komunitas media sosial di Kabupaten Jombang. Mereka pun memberikan bantuan kepada bocah yang merawat Sang Nenek hingga sempat tidak bisa masuk sekolah tersebut.
Yoga pernah menuturkan kepada sejumlah wartawan, bahwa ia hidup berdua bersama Sang Nenek di sebuah rumah kecil di desa setempat sejak ia masih kecil. Ayah Yoga diketahui telah meninggal dunia saat Yoga masih kecil. Sementara ibu Yoga, sekitar tujuh tahun terakhir pamit kerja, namun hingga kini belum di ketahui kabar dan keberadaannya.
Kondisi neneknyatiga tahun terakhir kondisinya sering mengalami sakit-sakitan. Dengan kondisi ini, Yoga harus mengerjakan pekerjaan yang seharusnya di lakukan oleh orang dewasa, seperti mencuci dan mengisi bak mandi.
“Menyuapi makan, memberi minum, dan memberi obat nenek. Makannya dari tetangga,” tutur Yoga lirih, Senin siang (09/04).
Pada saat yang sama, bantuan juga datang dari Lembaga Sosial Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Mohammad Rusdi, Menejer Program lembaga tersebut menuturkan, pihaknya prihatin dan merasa sedih karena agak terlambat mendengar kabar ini.
“Kami prihatin, kami berkomitmen bahwa ini merupakan masyarakat yang memang harus mendapatkan bantuan. Harapan kita tidak hanya bantuan sesaat, kita akan upayakan mendapatkan bantuan secara rutin, karena kebetulan lembaga kami juga punya program ‘Bantuan Dhu’afa’ rutin setiap bulannya,” terang Mohammad Rusdi.
Pihak lingkungan rumah Yoga juga berharap, dengan tersiarnya kabar tentang Yoga baik di media massa maupun media sosial, ibu Yoga yang telah lama tidak terdengar kabarnya segera pulang menjenguk Yoga dan Sang Nenek.
“Ini kan beritanya kan sudah meluas. Kami mohon ibu Yoga yang bernama Ria itu kalau melihat supaya bisa langsung pulang,” imbuh Mohammad Dawam, Ketua RT 36 RW 11, dusun setempat.
Menurut Dawam, selama beberapa tahun terakhir, ibu Yoga yang pamit kerja itu tidak pernah pulang. Mengirimkan uang pun belum pernah. Keluarga sempat mencari hingga ke luar Jawa namun sia-sia. Pernah ada kabar ibu Yoga berada di Kalimantan. “Informasi terakhir, katanya di Kalimantan,” pungkas Mohammad Dawam. [rif]

Tags: