Pemkot Pastikan Hasil Uji Kelayakan Jembatan Ujung Galuh Keluar

Pengujian kualitas beban Jembatan Galuh dilakukan dengan meletakkan 8 truk dengan total seberat 200 ton secara berjajar di atas jembatan. Sementara itu arus lalu lintas di sekitar Jembatan Galuh sudah kembali normal, Rabu (25/4). [trie diana/bhirawa]

Pemkot Surabaya, Bhirawa
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya dan tim ITS sudah melakukan uji kelayakan atau uji beban Jembatan Ujung Galuh. Hasilnya, baru akan keluar seminggu lagi setelah pelaksanaan pengujian, karena harus dilakukan analisa lebih mendalam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan uji kelayakan itu untuk mengetahui kualitas beban jembatan yang idealnya mencapai 50 ton. Namun, kali ini diuji dengan beban berat 200 ton.
“Alhamdulillah uji Jembatan Ujung Galuh telah selesai dengan lancar, dan hasilnya akan diberikan kepada kami maksimal satu minggu lagi,” kata Erna, Rabu (25/4).
Menurut Erna, dalam pengujian kelayakan itu menggunakan delapan truk yang masing-masing bebannya 25 ton, sehingga total ada sekitar 200 ton sesuai standar pengujian jembatan nasional. Delapan truk itu diletakkan berjajar di atas jembatan baru itu.
Saat pengujian itu, dipasang scanner dan detektor di sejumlah titik jembatan yang memiliki panjang 15 meter dan lebar 14 meter itu. Selain itu, ada pula panel pemindai dipasang di sejumlah ruas jembatan, termasuk di bagian atas dan bawah yang nantinya tersambung di monitor. “Semuanya sudah dilakukan oleh tim ITS, dan selanjutnya kami akan terus mengawasi jembatan ini,” imbuhnya.
Erna menilai, Jembatan Ujung Galuh itu diperkirakan usia kelayakannya 50 tahun. Namun, tentunya sebelum 50 tahun akan terus diawasi. “Bahkan, kami setiap tahun biasanya melakukan pengawasan terhadap semua jembatan di Surabaya,” kata dia.
Erna memastikan, nantinya tidak hanya Jembatan Ujung Galuh yang akan diuji kelayakannya. Tapi, akan ada sekitar 20 jembatan yang akan diuji kelayakan, termasuk jembatan-jembatan peninggalan zaman kolonial Belanda. “Di antaranya kami prioritaskan Jembatan BAT, Jembatan Ahmad Jais, dan Jembatan Genteng,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan uji kelayakan Jembatan Ujung Galuh sudah berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun, termasuk arus lalu lintas selama pelaksanaan uji kelayakan.
Setelah semua selesai, maka arus lalu lintas menuju jembatan itu dibuka, sehingga semakin memperlancar arus lalu lintas di kawasan Jembatan Ujung Galuh. Bahkan, ia juga mempersilakan kepada masyarakat untuk kembali menikmati Jembatan Ujung Galuh itu.
“Arus lalu lintas di sana telah normal kembali seperti sebelumnya,” tegasnya. [dre]

Tags: