Pecatan Polisi Rampas Motor Milik Siswi MTsN Kepanjen

Tersangka Arif Widodo,warga Kec Krian, Kab Sidoarjo saat diamankan Anggota Polisi dari amukan massa.

Kab Malang, Bhirawa
Seorang Pecatan Polisi warga Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo Arif Widodo (42), saat ini telah diamankan Anggota Polisi dari jajaran Polres Malang, pada Senin (9/4). Karena akan melakukan tindak pidana perampasan sepeda motor milik siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kepanjen Belva Canda Kitari, warga Desa Kanigoro, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Sedangkan pelaku yang akan merampas sepeda motor tersebut saat melakukan aksinya berpakaian seragam Polisi layaknya seperti dia masih aktif sebagai Anggota Polisi. Padahal, terang Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Senin (9/4), kepada wartawan, tersangka Arif Widodo warga Kabupaten Sidoarjo itu akan melakukan perampasan kendaraan bermotor sudah di pecat dari dinas Kepolisian pada tahun 2016 dengan pangkat Aipda dan terakhir dinas di Polres Sidoarjo,
“Karena ketika dia melakukan tindak pidana perampasan kendaraan bermotor, maka Arif di pecat dari Anggota Polisi, dan bahkan pelaku ini baru saja keluar dari penjara. Sedangkan penangkapan pelaku bermula korban dituduh telah melanggar lalu lintas,” kata dia.
Menurut Kapolres, perampasan sepeda motor yang akan dilakukan tersangka kepada Belva Canda Kitari selaku pemilik kendaraan itu, kini masih berstatus siswi kelas IX MTsN Kepanjen, dan Tempat kejadian Perkara (TKP) sudah mendekati sekolahnya, yakni pelaku menghentikan korban dengan alasan telah melanggar lalu lintas. Selanjutnya, korban diajak ke Pos Polisi yang tidak jauh dariTKP. Karena merasa takut korban menuruti perintah tersangka. Namun, kebetulan ada salah satu gurunya mengikuti tersangka dan korban dari belakang. Dan saat sudah mendekati Pos Polisi, guru tersebut mulai curigai dengan gerak gerik tersangka.
“Lalu kemudian guru itu berteriak copet, sehingga membuat perhatian warga, dan sepeda motor yang dia kendarai oleng karena takut, yang selanjutnya tersangka jatuh. Dari jatuhnya tersangka itu, maka warga ramai-ramai dihakimi massa,” ungkapnya.
Namun, lanjut Yade, tersangka beruntung aksi massa bisa dicegah dan tidak semakin brutal, karena ada seorang Anggota Polisi dari Polsek Kepanjen sedang lewat dan mengamankan tersangka. Sementara dari pengakuan tersangka, dia baru pertama kali melakukan perbuatan tindak pidana perampasan sepeda motor. Padahal, dia dipecat dari Dinas Kepolisian, karena kasus yang sama.
“Tersangka Arif kini masih menjalani perawatan di rumah sakit, selanjutnya akan segera kami lakukan penyidikan. Dan saat ini kami sedang memburu satu rekan pelaku yang telah melarikan diri,”tandasnya. [cyn]

Tags: