Pecatan PDIP Bantah Dukung Paslon 1

Kader PDIP Surabaya mengklarifikasi dan menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) ke Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Selasa (17/4) kemarin. [Gegeh Bagus Setiadi]

Surabaya, Bhirawa
Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Maranatha izaak Martel membantah mendukung Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Tujuan menemui Mantan Menteri Sosial (Mensos) ialah hanya menanyakan Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak jelas jluntrungnya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Maranatha ketika mendatangi Kantor DPC PDIP Surabaya di Jalan Kapuas, Selasa (17/4) kemarin. Ia mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak menyatakan dukungannya kepada paslon nomor urut 1.
“Berita yang terjadi kemarin di Pasar Wiyung dengan adanya kampanye Khofifah, saya mencoba mengklarifikasi. Di pikir saya mendukung, padahal saya disana mengklarifikasi program PKH yang milik istri saya sampai 3 kali belum cair,” jelasnya.
Maksud menemui Khofifah, lanjut dia, karena sudah melakukan berbagai langkah seperti menanyakan kepada Ombudsman. “Itu saya spontan menemuinya, untuk menanyakan permasalahan ini. Ini kan kejanggalan (dalam program PKH, red),” katanya.
Bahkan, Maranatha beranggapan bahwasannya apa hanya karena kader dari PDIP yang akhirnya membuat PKH tidak kunjung cair. “Apa karena kartu anggota PDIP ini sampai-sampai PKH-ku di blokir? Nah saat saya menunjukkan KTA itulah saya di jepret (di foto),” terangnya.
Sementara, Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana juga menjelaskan bahwa kedatangan Maranatha ke kantor DPC PDIP untuk mengklarifikasi. Bahwasannya Maranatha juga bukan lagi kader PDIP. “Beliau juga sekalian menyerahkan KTA PDIP ke kantor cabang dan saya terima. Artinya pilihan itu kan haknya beliau kita juga tidak membatasi,” katanya.
Menurut Whisnu, Maranatha hanya menanyakan PKH karena tidak kunjung cair. Ia juga menyayangkan berita yang muncul di beberapa media bertolak belakang apa yang ada dilapangan. “Kami juga menyayangkan berita yang muncul kok seperti itu,” pungkasnya.
Perlu diketahui Maranatha izaak Martel menjadi kader PDIP sebagai satgas sejak tahun 1999 sampai 2004 silam. Artinya, Maranatha sudah tidak aktif menjadi satgas partai besutan Megawati Soekarnoputri. [geh]

Rate this article!
Tags: