Pasca Kericuhan, Manajemen Arema FC Dirikan Posko

Suporter Aremania yang terluka saat menjalani perawatan medis di RSUD Kanjuruhan, Kec Kepanjen, Kab Malang, pada Minggu (15/4) malam.

Kab Malang, Bhirawa
Kericuhan yang dilakukan oknum suporter Aremania saat pertandingan Liga 1 Arema FC melawan Persib Bandung, di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Minggu (15/4) malam, mencoreng dunia persepakbolaan di tanah air.
Pasca kericuhan yang dilakukan oleh sejumlah oknum suporter Arema FC tersebut, hal ini membuat manajemen Arema FC menyampaikan permintaan maaf. “Kami meminta maaf atas peristiwa di Stadion Kanjuruhan, pada Minggu (15/4) malam kemarin, yang telah membawa ratusan suporter Aremania terluka,” kata Media Officer Arema FC Sudarmadji.
Dengan peristiwa itu, pihak menagemen kini melakukan langkah cepat yaitu membuka posko laporan korban suporter Aremania. Dan posko dibuka di dua tempat, yakni di Kantor Arema FC Jalan Mayor Jenderal (Mayjen) Pandjaitan, Kota Malang dan di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Posko didirikan untuk menerima laporan dari para korban, baik itu laporan kehilangan, hingga luka yang dialami suporter Aremania.
“Biaya pengobatan akan dibicarakan di posko. Dan yang jelas managamen Arema FC telah serius untuk membantu korban akibat insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Sekali lagi managemen Arema FC meminta maaf atas peristiwa tersebut, sehingga telah mengakibatkan banyaknya suporter Aremania terluka,” papar Sudarmadji.
Menurut, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan PMI Kabupaten Malang Yasin, Senin (16/4), saat dihubungi Bhirawa melalui telepon selulernya, korban yang luka akibat kericuhan suporter Aremania saat pertandingan kompetisi Liga 2018 antara Arema FC melawan Persib Bandung, di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, yakni sebanyak 212 orang.
Dari ratusan suporter Aremania yang luka tersebut, lanjut dia, dilakukan perawatan di beberapa rumah sakit di wilayah sekitar Kecamatan Kepanjen, seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, RS Wava, RS Hasta, serta Puskesmas Kepanjen dan Puskesmas Gondanglegi. Sedangkan dalam kericuan itu, tidak ada korban jiwa, hanya mengalami luka-luka ringan maupun sedang.
“Rata-rata korban mengalami sesak nafas, perih mata dan fraktur pada kaki dan tangan, karena terinjak oleh suporter yang berlarian,” ungkapnya. [cyn]

Tags: