Motivasi Mahasiswa Berani Inovasi Manfaatkan Potensi Lokal

Pemenang runner up 4 2016 Fakultas Farmasi Unair Surabaya, Erwin Chandra saat menjelaskan kepada Product Innovation PT Kino Indonesia, Tbk, Herlina Alam dan President Committee of Kino Youth Innovator Award (KYIA) 2018 PT Kino Indonesia, Tbk, Dr Mamat Rahmat, S.Si, M.Si. [achmad tauriq]

Surabaya, Bhirawa
PT Kino Indonesia, Tbk menggelar Kino Youth Innovator 2018 dengan tema Empower Life Through Nature . Hajatan ini digelar untuk memotivasi kaum muda khususnya para mahasiswa agar kreatif dan berani berinovasi untuk memenangkan kompetisi di era pasar bebas.
President Committee of Kino Youth Innovator Award (KYIA) 2018 PT Kino Indonesia, Tbk, Dr Mamat Rahmat di sela-sela kegiatan di Kampus C Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (17/4) kemarin mengungkapkan KYIA menyasar ide-ide terbaru dari mahasiswa seluruh Indonesia.
“Kami yakin, Indonesia kaya akan sumber daya lokal, pemanfaatan yang sudah ada saat ini perlu dioptimalisasi agar terjadi peningkatan dalam berinovasi dan menciptakan potensi ekonomi yang prospektif, serta berguna bagi kehidupan manusia dengan terus menggali sumber daya yang belum termanfaatkan,” terangnya.
Mamat Rahmat menambahkan denganmengajak generasi muda untuk berinovasi dengan memanfaatkan potensi kekayaan natural Indonesia diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari.
“Jadi produk yang dihasilkan diharapkan dapat sesuai dengan market trend saat ini dan dapat diproduksi secara berkelanjutan (sustainable),” ujarnya. Ajang kompetisi KYIA yang diikuti mahasiswa berbagai universitas Indonesia ini telah disediakan total hadiah Rp60 juta bagi 5 pemenang yang proposalnya bisa ditindaklanjuti dan bisa diplikasikan ke pasar dan untuk penerimaan proposal terakhir ditutup 14 Mei 2018 mendatang.
Untuk kriteria yang menjadi dasar penilaian diantaranya original dari ide sendiri dan belum pernah diikutkan dalam kompetisi, efektivitas inovasi bagaimana penemuan tersebut dapat memecahkan masalah atau menjawab kebutuhan masyarakat dan inovasi tersebut harus dapat diaplikasikan dan diterima oleh pasar atau konsumen.
“Sebenarnya ada 4 kategori yang bisa jadi bahan inovasi yakni dari Personal Care, food and beverange, houshold, herbal and pharmacypal yang diinginkan tapi tidak menuntut kemungkinan bisa ide-ide selain dari 4 kategori tersebut,” jelasnya.
Product Innovation PT Kino Indonesia, Tbk, Herlina Alam berkesempatan membagikan tips cara berinovasi yang tepat, meskipun pada dasarnya banyak sekali jenis inovasi yang dapat dilakukan, namun tetap waspada karena inovasi itu sendiri sama dengan gabling.
“Inovasi yang tidak diterima masyarakat akan membuang waktu dan biaya dan tips yang berlaku dalam inovasi itu sendiri adalah (1) tepat waktu, tidak lebih cepat dan tidak terlambat, (2) pilihlah inovasi yang paling tepat untuk dikembangkan dengan mengikuti tren juga menggunakan insting bisnis,” pungkasnya. [riq]

Tags: