Konsekuensi Harga BBM

Karikatur Ilustrasi

Masyarakat menyambut “dingin” tiga kali kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) tanpa aksi demo turun jalan. Hanya sedikit riuh di media sosial (medsos). Ini bukti, bahwa kejujuran pemerintah akan memperoleh partisipasi publik. Walau (biasanya) kenaikan harga BBM akan diikuti kenaikan tarif transportasi. Bisa menyulut kenaikan harga barang kebutuhan, berujung inflasi. Maka pemerintah berkewajiban menjaga tarif ke-ekonomi-an transportasi angkutan barang.
Melonjaknya harga minyak dunia (mencapai US$ 67,- per-barel) menjadi alasan utama kenaikan BBM dalam negeri. Dua jenis BBM paling populer di Indonesia, Pertalite, dan Dexlite, mengalami kenaikan Rp 300,- per-liter (dibanding harga 1 Januari 2018). Konsumsi nasional Pertalite mencapai 42.400 kilo liter per-hari (meng-ungguli premium 31.970 kilo liter). Sedangkan Dexlite mulai meningkat seiring bertambahnya mobil pribadi kelas menengah.
Kenaikan harga BBM, kini tanpa disertai aksi Sebenarnya Indonesia juga negara penghasil minyak. Tetapi produksinya tidak cukup memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selama tahun 2017, rata-rata produksi minyak nasional sebanyak 801.400 barel per-hari. Sedangkan konsumsinya mencapai 1,6 juta barel per-hari. Maka impor minyak menjadi keniscayaan. Juga disertai lonjakan konsumsi. Semakin menambah kuota impor minyak.
Impor minyak termasuk untuk memenuhi kebutuhan BBM bersubsidi. Antaralain solar untuk perahu nelayan, transportasi perairan, dan transportasi darat untuk angkutan umum (penumpang dan barang). Serta pengisi hand-tracktor di sawah. Seiring kenaikan harga minyak dunia, subsidi juga makin membesar, bertambah sekitar Rp 30 trilyun. Maka kenaikan harga BBM non-subsidi, diharapkan bisa “menambal” subsidi.
Kenaikan harga BBM, kini tanpa disertai aksi rakyat turun ke jalan. Boleh jadi, masyarakat menganggap pemerintah telah cukup jujur terhadap harga BBM. Juga jujur dalam manajemen pengelolaan hasil minyak dalam negeri. Termasuk memberi hak participating interest kepada pemerintah daerah (propinsi, serta kabupaten dan kota). Banyak pemerintah kabupaten, kaya mendadak, karena memperoleh bagi hasil eksplorasi minyak. Antaralain Blora (Jawa Tengah), Bojonegoro dan Bangkalan (Jawa Timur).
Beban kenaikan harga BBM, akan membebani perekonomian rakyat. Bahkan bisa menimbulkan konsekuensi logis multy-plier effects, naiknya harga seluruh barang kebutuhan. Bisa me-miskin-kan rakyat. Perhitungannya saat, menaikkan harga BBM sebesar 10% saja, akan menambah angka kemiskinan sebesar 0,2%. Jadi, menaikkan harga BBM bisa memunculkan orang miskin baru.
Maka diperlukan pertimbangan kebijakan sertaan. Misalnya, program peningkatan pencegahan kemiskinan. Antaralain melalui validasi keluarga miskin, serta perluasan keanggotaan BPJS bersubsidi. Pemerintah daerah juga perlu menyelenggarakan program karitatif. Misalnya operasi pasar dan gelar sembako murah. Toh pemerintah daerah memperoleh “berkah” kenaikan harga BBM.
“Berkah” yang diterima pemerintah daerah, inharent dengan kenaikan harga BBM. Yakni bertambahnya PAD (Pendapatan Asli Daerah). Sebab, seiring kenaikan harga, maka pajak BBM juga bertambah. Setiap tahun, APBD (propinsi serta kabupaten dan kota) memperoleh limpahan PBB-KB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor). Beberapa daerah propinsi (Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur), memperoleh PBB-KB dalam jumlah trilyunan rupiah per-tahun.
“Berkah” kenaikan harga BBM, dapat dikembalikan kepada masyarakat. Terutama dalam bentuk jaminan sosial kesehatan dan pendidikan. Kelak, pemerintah juga dituntut berkejujuran menentukan harga BBM. Yakni manakala harga minyak dunia turun, maka harga BBM juga wajib lebih murah. Hal itu pernah dilakukan pemerintah pada awal tahun 2016. Bagai “kado” tahun baru.
Harga baru (BBM lebih murah) pemerintah lebih berhemat devisa dan mengurangi beban subsidi. Serta memberi kesempatan masyarakat memiliki kelebihan dana. Bisa menabung. Juga memberi kelonggaran kepada setiap keluarga meningkatkan belanja rumahtangga. Berujung pergerakan perekonomian nasional.

——— 000 ———

Rate this article!
Konsekuensi Harga BBM,5 / 5 ( 1votes )
Tags: