Khofifah Sajikan Es Dawet untuk Warga

Khofifah Indar Parawansa melayani warga yang ingin berebut es dawet saat kunjungan di di pasar Wiyung.

Surabaya, Bhirawa
Usai dari pasar Kedurus, calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa bergeser ke pasar Wiyung Surabaya, untuk melanjutkan navigasi programnya, Senin (16/4) kemarin.
Saat tiba di pasar Wiyung, sambutan dari warga dan pedagang pasar terlihat antusias. Khofifah juga berkali-kali diajak swafoto oleh warga. Ada juga yang hanya sekadar menyapa.
“Kenapa hape ku belum di cas, padahal pengen foto sama gubernur Jawa Timur,” ujar satu pedagang sayur di depan booth-nya.
Khofifah melakukan navigasi programnya berkeliling pasar, menelusuri setiap lorong pasar. Di sana, ia menyapa satu persatu pedagang, bahkan Khofifah juga menjadi tempat curhat bagi pedagang.
“Bu saya ingin pasar ini dibangun bagus, biar tambah rame,” curhat satu pedagang yang menghampiri Khfofiah.
Bahkan, Menteri Sosial RI 2014-2018 itu sempat berhenti di penjual es dawet, lalu Khofifah menyatakan kalau ingin memborong dawet itu.
Usai penjual mengiyakan, Khofifah kemudian masuk ke booth es dawet, lalu menyajikan beberapa mangkok dawet untuk para warga yang ada di sekitarnya.
Tampak cekatan, Khofifah menuangkan setiap komposisi dawet ke dalam mangkuk plastik. Usai Blusukan, Khofifah melihat infrastruktur yang ada di pasar Wiyung sudah cukup bagus.
Namun, ia menyadari tentang kebersihan pasar Wiyung yang kurang tertata.
Menanggapi hal itu, Khofifah menjelaskan kalau kebersihan pasar juga harus berseiring dengan kesadaran seluruh elemen yang ada di pasar tradisional, baik penjual, pembeli bahkan pengelola pasar.
Karena menurutnya, infrastruktur menjadi bagian yang urgent untuk pasar, supaya suasana menjadi nyaman, bahkan pembeli kelas menengah juga mau belanja ke pasar tradisional.
“Kalau animo masyarakat belanja di pasar tradisional makin meningkat, rasanya seluruh penjual di pasar akan punya kesadaran yang makin meningkat untuk menjaga kebersihan makin tinggi,” jelas Ketua Umum Muslimat NU itu.
Khofifah menambahkan, karena pasar tradisional pasti menginginkan animo dari para pembeli selalu tinggi, dan tak ingin kehilangan pembeli.
“Menurut saya berseiring kalau ini dibenahi oleh pemprov, tapi tolong dijaga supaya bersih, sampah segera dirapikan, kalau ada air menggenang misalnya dari ikan juga segera dibersihkan, suasana kesalingan itu jadi penting,” ungkap Khofifah.
Ia juga menjelaskan, merubah prilaku bersih itu sebenarnya tidak susah, karena saling berkaitan erat dengan tingginya income mereka.
Kalau income mereka tinggi, para pedagang akan semakin mencintai pasar tradisional dan akan saling menjaga kebersihan dan kenyamanan. “Pada akhirnya ada transaksi yang akan makin tinggi di pasar tradisional,” tukas Khofifah. [geh]

Rate this article!
Tags: