Khofifah Bangun Komunikasi Lintas Agama

Surabaya, Bhirawa
Calon Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terus berupaya membangun komumikasi lintas agama. Agar supaya hidup rukun akan terus dipegang erat oleh masyarakat Jatim. Seperti melalui navigasi program dengan bertemu Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Jatim, Jumat (27/4).
Ketua Umum Bamag Jatim, Pendeta Sudhi Dharma mengungkapkan akan kerinduannya bahwa Bamag ingin memiliki peran aktif dalam pembangunan kota khususnya Jatim.
“Kami memang merindukan proses pembangunan di Jatim. Karena Bamag turut terlibat secara aktif menyejahterakan kota dan bangsa Indonesia,” kata Dharma.
Menurutnya, Bamag akan terus mensupport agenda pemerintah. Dan di lima titik pusat doa yang tak pernah putus di Surabaya selalu terpanjatkan doa agar Jatim diberikan pemimpin yang barokah.
Pendeta Dharma melanjutkan bahwa pihaknya sedang gencar untuk mendorong gereja agar bisa lebih terlibat dalam pembangunan dalam kesejahteraan.
“Saat ini yang masih berulang kali menjadi persoalan kita aadalah tentang keadilan sosial yang masih menjadi pertanyaan besar,” terangnya.
Ia mencontohkan soal belum adanya terobosan penyaluran APBD yng merata dan adil. Tidak hanya pembagian kue pembangunan untuk kota saja melainkan juga pedesaan.
“Ke depan kami akan memasifkan lagi doa agar terpilih pemimpin yaang peduli umat bukan hanya peduli dirinya sendiri. Dengan datangnya salah satu calon gubernur ini, maka ini bukti bahwa Tuhan memberi kesempatan untuk mencurahkan isi hati kami,” imbuh Pendeta Sudhi Dharma.
Ia menyebut banyak jemaat yang menanyakan akan mendukung siapa di Pilgub Jatim kali ini. Hal ini dikarenakan belum mengetahui akan visi misi masing-masing paslon. “Tapi setelah pertemuan ini, program bu Khofifah baik untuk mengangkat kemiskinan Jatim,” jelasnya.
Sementara, Khofifah mengatakan bahwa kedatangannya adalah untuk mendapatkan kesimpulan dari kalangan pendeta agar kedepan umat beragama terus hidup harmoni berseiring.
“Di Nawa bhakti satya kami ada Jatim Harmoni. Dalam jatim harmoni ada pentingnya dialog produk seni dengan seninamnya, produk budaya dengan budayawannya dan dialog antar generasi dan antar umat beragama,” katanya.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) juga bakal terus membangun komunikasi religius leader. “Ini sangat penting karena mereka yang tahu bagaimana membangun karakter jamaahnya,” ungkapnya.
Seperti saat ini yang menjadi ancaman menurut Khofifah adalah generasi alfa yang tidak suka mendengar, dan anti sosial. Khofifah mengaku khawatir karena bisa berpotensi akan tidak mau untuk mendengar dakwah dan ceramah.
“Karena anak zaman sekarang yang diturut di teman komunitasnya adalah pimpinnnya di suatu lingkungan, leadernya. Maka penting saat ini membangun dialog antar generasi bersama informal leader dan religious leader,” kata Khofifah. (geh)

Tags: