Kapolrestabes Tinjau Keamanan Pelaksanaan UNBK di SMAN 5

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan meninjau langsung keamanan pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 5 Surabaya, Senin (9/4).

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Guna menjamin dan memantau kondisi keamanan selama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan meninjau langsung pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 5 Surabaya, Senin (9/4).
Selain memastikan keamanan setempat, Kapolrestabes juga memastikan belum ada laporan mengenai kasus kebocoran soal ujian maupun kunci jawaban pelaksanaan UNBK. Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, kedatangannya ini guna memastikan pelaksanaan UNBK tingkat SMA dengan nyaman dan tidak ada gangguan.
“Setelah berdiskusi dan berbincang dengan ibu Kepala Sekolah, pihak sekolah mengatakan pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 5 Surabaya ini berjalan dengan baik dan aman,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Senin (9/4).
Rudi menjelaskan, selama pemantauan berlangsung pihaknya tidak menemukan adanya gangguan selama pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 5 Surabaya. Selain di dalam sekolah, Rudi juga memantau kondisi di luaran sekolah. Pihaknya menyatakan kondisi di dalam maupun di luar lingkungan SMA Negeri 5 Surabaya aman.
Selain keamanan di Kota Surabaya, mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sulsel ini menegaskan, pihaknya juga bertanggungjawab terhadap keamanan di sekolah SMA di Surabaya yang mengikuti UNBK.
“Kepolisian bertanggungjawab terhadap keamanan. Bersama dengan komponen masyarakat Surabaya, saya ingin memastikan anak-anak (murid) dapat melaksanakan ujian dengan aman,” tegasnya.
Keamanan dan kenyamanan, sambung Rudi, bukan hanya menjaga situasi yang kondusif para siswa yang sedang menjalankan ujian dalam ruangan. Tetapi juga menjamin keamanan di lingkungan sekolah. “Alhamdulillah, semua sudah berjalan dengan lancar. Jadi pelaksanaan ujian nasional di SMA Negeri 5 Surabaya berjalan dengan aman, tanpa ada gangguan,” ucapnya.
Ditanya terkait adakah laporan kebocoran soal maupun kunci jawaban, Rudi menambahkan, setelah berdiskusi dengan Kepala Sekolah, memang perlu adanya pengamanan di jaringannya. Sebab ujian nasional kali ini memanfaatkan teknologi. Dan keamanan di jaringan itu harus diprioritaskan.
“Alhamdulillah, sepertinya itu sudah diantisipasi. Termasuk dari Mabes Polri dan segala macam. Karena pusat atau servernya ada di Jakarta,” tambahnya.
Jika nantinya ditemukan adanya gangguan dalam pelaksanaan UNBK, Rudi sudah berkomunkasi dengan Kepala Sekolah untuk melaporkan hal itu ke Polrestabes Surabaya. “Kalau ada gangguan segala macam, tim IT kami siap. Sampai saat ini berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya.
Untuk pelaksanaan UNBK 2018, pengawasan tidak hanya dibantu oleh teknologi CCTV, tetapi juga tetap dilakukan pengawasan manual oleh pengawas yakni panitia penyelenggara UNBK dari sekolah yang lain dengan sistem silang. Serta mendapat dukungan pengawasan keamanan dari Polrestabes Surabaya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Surabaya Sri Widiati mengungkapkan jika sebanyak 335 siswa SMA Negeri 5 Surabaya mengikuti UNBK di tahun ini dengan menerapkan dua sesi dalam pelaksanaannya. Sri Widiati berharap agar tidak ada gangguan baik dari masalah listrik hingga UNBK selesai.
Diungkapkan salah satu siswa kelas XII SMAN 5 Surabaya, Selma Amyra bahwa penerapan UNBK lebih efektif karena meminimalisir terjadinya kebocoran soal.
“Kalau menerapkan ujian berbasis komputer kita sedikit khawatir kalau ada error nya, tapi kalau gak ada errornya lebih mudah dan efektik menggunakan computer,” terangnya. [bed, ina]

Tags: