Jelang Ramadan, PMI Bojonegoro Genjot Persediaan Darah

Tampak petugas sedang menata kantong darah di kantor PMI setempat. [Achmad Basir]

Bojonegoro, Bhirawa
Jelang bulan Ramadan, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro, secara marathon mencari donor darah baru. Mereka terus berjibaku setiap harinya untuk mendapatkan 70 sampai 100 kantong, guna amemenuhi kebutuhan selama Ramadan.
Memasuki Ramadhan, permintaan darah cenderung malah meningkat cukup signifikan. Terutama dipertengahan hingga akhir Ramadhan, hingga Lebaran. Kepala PMI Kabupaten Bojonegoro, dr. Ahmad Hernowo mengatakan, serapan darah sebanyak-banyaknya ini dirasa perlu dilakukan karena pada bulan Ramadan, biasanya pendonor berkurang drastis.
” Maka dari itu, kami mengirim surat baik instansi maupun sekolah-sekolah di wialayah Bojonegoro tentang pentingnya berdonor darah bagi kesahatan dan sesama,” kata Ahmad,, kemarin (16/4).
Dijelaskan, kebutuhan darah di Kabupaten Bojonegoro, per harinya mencapai 70 sampai 100 kantong, sedangkan untuk pendonor di PMI Bojonegoro per harinya hanya 20 sampai 30 kantong darah.
” Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sekitar 60, kami mecari keluar daerah,” jelasnya.
Selain itu, di Kabupaten Bojonegoro telah terbentuk kelompok koordinator pendonor. Adanya kelompok koordinator pendonor tersebutlah yang dianggap efektif untuk memenuhi kebutuhan darah.
Meski masih banyak kekurangan yang dipenuhi dari luar daerah, namun dia mengaku, bila dibandingkan tiga atau empat tahun lalu, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah sudah mengalami peningkatan yang baik.
“Kalau dulu per bulan hanya 500 sampai 600 pendonor, tapi sekarang sudah menigkat sampai 1.900 pendonor,” ucapnya.
Lanjut, Ahmad Hernowo mejelaskan, bagi pendonor awal atau usia 17 tahun duduk di bangku sekolah, setelah donor satu sampai dua kali selanjutnya hilang karena faktor tertentu.
“Setelah kita bina mulai dini biasanya kuliah di Surabaya atau Malang, tapi tidak apa-apa, karena kalau kita kekurang biasanya juga minta bantuan dari sana,” ujarnya..
Sedangkan golongan darah yang tergolong langka, yakni golongan AB. Maka, permintaannya juga tergolong sedikit. Sehingga, jika stok PMI terpenuhi untuk pendonor golongan AB tidak akan diambil. Hal ini karena untuk persentase kebutuhan darah hanya 15 persen.
“Kalau ada kebutuhan darah AB maka akan kami hubungi, kalau di stok terlalu banyak juga terbuang,” katanya. [bas]

Tags: