Jalur Double Track di Jatim Selesai 2019

Foto: ilustrasi

DPRD Jatim, Bhirawa
Dirjen Perkeretaapian berjanji proyek double track yang ada di Jatim akan selesai pada 2019 ini. Namun demikian masih terkendala pada penempatan sistem erly warning system atau penjaga lintasan disejumlah lintasan kereta api. Pasalnya, masih ada tarik ulur antara Dirjen Perhubungan dan Perkereta apian.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Hamy Wahjunianto menegaskan untuk pembangunan jalur double track di jatim di wilayah utara sudah selesai sekitar 100 persen. Sementara di jalur selatan masih 52 persen, sedang dari Solo ke Jombang masih 37 persen. Namun khusus di Jatim dipastikan akan selesai pada 2019 akhir.
“Yang pasti dengan pembangunan double track ini akan mengurangi beban berat jalan. Pasalnya, double track ini sebagai angkutan barang yang akan beroperasi mulai dari Jakarta hingga Surabaya sebagai solusi untuk pengangkutan barang-barang berat yang selama ini menjadi beban jalan sehingga jalan cepat mudah rusak berat dan aus,”tegas politisi asal PKS ini yang dihubungi lewat telepon genggamnya, Kamis (12/4).
Ditambahkannya, jika anggaran pembangunan double track menjadi beban APBN. Sedang untuk Jatim sendiri mengalokasikan anggaran untuk penjaga lintasan kereta api atau pemasangan early warning system selama masih belum ada kepastian siapa yang akan bertanggungjawab atas kebijakan ini.
“Penjaga lintasan kereta api atau early warning system sangat penting dalam pembangunan double track ini. Pasalnya, dengan difungsikannya double track maka akan semakin ramai di lintasan kereta api. Dan untuk menjaga keselamatan pemakai ajalan tentunya dibutuhkan keduanya ini. Kami sudah mencoba konsultasi ke Dirjen Perjereta apian, tapi hingga kini belum ada kejelasan,”tegasnya.
Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Jatim, Achmad Heri menegaskan dengan melihat kondisi di lapangan, dipastikan jalur double track akan selesai pada 2019 ini. Dimana antara daerah disisi utara dan selatan akan menyambung, sehingga perekonomian di jatim dapat meningkat.
“Jalur selatan mudah-mudahan paling lambat 2019 sudah `double track` semua. Jadi sudah nyambung antara jalur utara dan selatan,” tegas politisi asal Partai Nasdem ini.
Ditambahkannya, pemerintah telah berupaya membangun jalur ganda, baik di sisi utara maupun selatan Jawa. Hal itu dilakukan agar ada keseimbangan pembangunan untuk menopang perekonomian wilayah Jawa, terutama di kawasan pesisir. [cty]

Tags: