Jaksa Nilai Eksepsi Terdakwa Zunaidi Kabur

Terdakwa Zunaidi Abdillah, eks perawat National Hospital menjalani sidang agenda tanggapan JPU atas eksepsinya, Senin (16/4). [abednego]

PN Surabaya, Bhirawa
Sidang lanjutan kasus dugaan pelecehan dengan terdakwa Zunaidi Abdillah, eks perawat National Hospital kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (16/4). Sidang yang bertempat di Ruang Tirta 2 ini beragendakan jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi (nota keberatan atas dakwaan) dari terdakwa.
Di hadapan Ketua Majelis Hakim Agus Hamzah, Jaksa Fredy mengatakan bahwa eksepsi yang diajukan terdakwa masih belum jelas. Ketidakjelasan ini, lanjut Fredy, karena dakwaan atas terdakwa sudah memenuhi prosedur.
“Eksepsi yang diajukan sudah dicermati. Menurut kami masih belum jelas,” kata Jaksa Fredy dalam tanggapan atas eksepsi yang diajukan terdakwa Zunaidi, Senin (16/4).
Usai persidangan, Sholeh selaku kuasa hukum Zunaidi menanggapi keterangan JPU. Menurutnya dakwaan itu tidak dijelaskan pada saat kasus kejadiannya. “Tentu yang namanya dakwaan jelas itu tidak hanya berpatokan pada BAP dari tersangka semata,” jelas Sholeh.
Bahkan Sholeh menilai apabila dakwaan JPU hanya berpatokan pada BAP tersangka, maka kasus ini akan menjadi kabur. “Sebabnya apa Zunaidi ini dari awal sudah ditekan psikisnya. Begitu juga pada saat ditangkap, jadi menurut kami dakwaan ini harus dibatalkan,” tegasnya.
Kuncinya, lanjut Sholeh, Majelis Hakim harus mempunyai keberanian dalam menangani kasus ini. “Hakim tidak boleh ditekan oleh opini yang selama ini videonya menjadi viral bahwa ZA ini khilaf minta maaf sehingga kasus ini benar adanya, namun faktanya semua ini tidak benar,” ucapnya.
Pihaknya menilai korban hanya mengalami halusinasi seksual. Karena, sambung Sholeh, korban diduga dilecehkan pada pukul 13.00, sedangkan laporannya pukul 23.00. “Ada durasi waktu sembilan jam itu korban dalam keadaan sadar itu ngapain, ini yang nanti kami buktikan bahwa dakwaan harus batal dari awal,” imbuhnya.
Pada sidang selanjutnya, Sholeh berencana akan mendatangkan saksi dari perawat. “Saksi perawat ini akan hadir, saksi tersebut yang memberikan saran untuk meminta maaf, tapi bukan konteks asusila melainkan perihal pelayanan,” pungkasnya. [bed]

Tags: