Hukuman Mati Gembong Narkoba

Gatot Sutantra

Gatot Sutantra
Tingginya angka peredaran narkoba dari tahun ke tahun membuat geram Komisi A DPRD Jatim. Karenanya komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan ini mendesak kepada pemerintah pusat agar pengedar dan gembong narkoba dihukum mati.
Anggota Komisi A DPRD Jatim, Gatot Sutantra berharap hukuman bagi pengedar dan gembong narkoba sekarang ini ditinjau kembali. Pasalnya, dengan hukuman ringan membuat Indonesia atau Jatim khususnya menjadi jujugan bagi pengedar atau gembong narkoba yang ada di Asia. Belum lagi dengan mental para pejabatnya yang dapat dengan muda ‘disogok’ uang.
“Anda lihat sendiri, bagaimana seorang gembong narkoba mengakui jika Indonesia merupakan negara yang lemah dalam segala-galanya. Baik terkait dengan hukuman hingga pada mental pejabatnya. Bayangkan mereka yang sudah dipidana ternyata masih bisa mengedarkan narkoba di lapas atau diluar,”tegas politisi asal Partai Nasdem ini
Karena itu sudah saat pemerintah pusat untuk meninjau kembali terkait hukum bagipengedar atau gembong narkoba. Yang sebelum 10 sampai 20 tahun perlu diganti dengan hukuman mati.
Termasuk bagi pejabatnya yang kedapatan menghalalkan penjualan narkoba di lembaga pemasyarakatan (lapas) hingga Jaksa, Polisi sampa Bea Cukai, maka satu-satunya hukumannya dipecat dari jabatannya sekaligus dihukum mati.
“Barangkali ini satu-satunya cara agar mereka takut atau paling tidak kembali ke jalan yang benar. Memang diakui selama ini, Indonesia menjadi sasaran empuk peredaran narkoba bagi jaringan nasional maupun internasional akibat lemahnya pengawasan dan hukuman. Dan ini memang harus menjadi evaluasi bagi aparat penagak hukum kita,”kata mantan pengurus KONI Jatim itu. [cty]

Rate this article!
Tags: