Harus Komit Berantas Korupsi

Eliezer Sahat Maruli Hutagalung

Eliezer Sahat Maruli Hutagalung
Dikenal tegas dan berani, Eliezer Sahat Maruli Hutagalung, tak lama lagi akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur. ”Ya pada 1 Mei nanti, saya akan pensiun. Masa jabatan saya sudah habis” kata Maruli disela peluncuran buku autobiografinya di Kejati Jatim, Senin (9/4).
Maruli berpesan kepada jajaran di Kejati Jatim untuk tetap komitmen meneruskan pekerjaannya dalam pemberantasaan tindak pidana korupsi (tipikor).
“Sebenarnya saya masih ingin memberantas korupsi, tapi umur sudah 60 tahun dan jabatan structural sudah selesai. Saya berpesan terhadap jajaran Kejati Jatim dan para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) untuk tetap komitmen terhadap pemberantasan korupsi di Jatim,” tandasnya
Maruli mengaku, pihaknya juga berharap terhadap penggantinya nanti untuk tegas dalam penanganan perkara korupsi seperti yang dilakukannya. Meski dirinya menyadari pengantinya kelak tidak bisa disamakan dengan dirinya, tapi Maruli berharap nantinya Kajati baru dapat dengan tegas menangani perkara tindak perkara korupsi di Jatim.
“Saya sudah punya nama dan mengusulkan pengganti saya kepada Jaksa Agung. Tapi tidak mungkin ada di dunia ini yang bisa sama seperti ES Maruli Hutagalung. Meski demikian harapan saya kepada Kajati yang baru yakni tegas dalam penanganan perkara korupsi,” harapnya.
Meski nantinya tidak menjabat sebagai Kajati Jatim lagi, Maruli tetap berpegang teguh untuk memerangi korupsi dengan jalur apapun. Selaku mantan Jaksa, pihaknya masih bisa memberikan saran dan pendapat kepada teman-teman yang masih aktif di Kejaksaan. Bahkan diakhir masa jabatannya, Maruli meyakinkan dalam bulan ini aka nada penahanan tersangka kasus korupsi.
“Bulan ini akan ada tiga orang lagi yang saya tahan (tersangka kasus korupsi). Ini bukan akhir dari penanganan tindak perkara korupsi di Kejati Jatim. Bahkan kalau boleh bulan depan saya bisa menahan orang lagi (koruptor). Tapi tidak boleh karena tanggal 1 Mei nanti sudah berhenti menjabat sebagai Kajati Jatim,” tegasnya.
Ia mengaku mempunyai anak didik diantaranya Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus (Kasidik Pidsus) Kejati Jatim, Bayu Setyo Pratomo. Ia berharap pada anak didiknya ini untuk meneruskan pekerjaannya dalam hal pemberantasan korupsi. “Bayu merupakan Kasidik termuda. Dan saya percaya dirinya bisa meneruskan pekerjaan saya dalam hal pemberantasan korupsi di Jatim,” ucapnya.
Selama menjabat sebagai Kajati, Maruli mengaku perkara La Nyalla adalah perkara yang paling berkesan. Pihaknya mengakui bahwa dirinya lah yang pertama melakukan terobosan hukum dengan mengeluarkan surat perintah penyidikan baru dan berulang-ulang setelah dikalahkan La Nyalla di praperadilan. “Terobosan saya ditiru KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam perkara Setya Novanto,” imbuhnya.
Tak hanya penetapan La Nyalla sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah ke KADIN Jatim. Pada kepemimpinan Kajati Jatim, Maruli Hutagalun, mantan Direktur Utama PT Panca Wira Usaha (PWU), Dahlan Iskan turut ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi penjualan aset PWU di Kediri dan Tulungagung pada tahun 2003. [bed]

Rate this article!
Tags: