Hanya Buka 210 Kursi Fakultas Kedokteran

Dari kiri, Warek 1 UM Surabaya Aziz Alimul Hidayat, Direktur Bank Syariah Mandiri Kusman Yandi, Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad dan Sekretaris SBMPTM Muhammad Da’i memberi keterangan usai Kick Off SBMPTM 2018 di Surabaya, Sabtu (14/4).

Pendaftaran SBMPTM Dibanderol Rp750 Ribu
Surabaya, Bhirawa
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM) resmi diluncurkan, Sabtu (14/4) di Surabaya. Pada periode pertama pelaksanaan SBMPTM ini, Majelis Pendidikan Tinggi (Dikti) PP Muhammadiyah hanya membuka peluang untuk 210 kursi Fakultas Kedokteran di 12 PTM se Indonesia.
Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad menuturkan, pembukaan SBMPTM masih sangat terbatas jumlah dan sebaran prodi yang dibuka. Sebab, pihaknya tak ingin kedodoran dalam pelaksanaan SBMPTM yang pertama kali ini.
“Seleksi bersama untuk kampus swasta seperti ini baru satu-satunya dilakukan oleh Muhammadiyah,” tutur Prof Lincolin. Pelaksanaan SBMPTM tahun ini, lanjut dia, akan dievaluasi pada tahun berikutnya sebagai dasar perluasan atau penambahan kuota SBMPTM.
Dari 12 PTM yang memiliki FK, rata-rata membuka kursi untuk jalur SBMPTM sekitar 10 – 20 persen. Secara rinci, Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya 15 kursi, Universitas Ahmad Dahlan 10 kursi, UM Jakarta 40 kursi, UM Makassar 15 kursi, UM Surakarta 15 kursi, UM Semarang 15 kursi, UM Purwokerto 5 kursi, UM Yogyakarta 15 kursi, UM Palembang 40 kursi, UM Sumatera Utara 30dan UM Prof Dr Hamka 10 kursi. “Untuk UM Malang kordinasi kami yang terakhir siap membuka jalur SBMPTM. Tapi kuotanya masih belum ditentukan,” tutur Lyncolin.
Sementara itu, Sekretaris SBMPTM Muhammad Da’i menambahkan, seleksi FK baik PTN maupun di PTS terbilang masih sangat ketat. Karena itu, panitia telah menyiapkan soal dan mekanisme ujian yang sudah terstandar. Kendati dalam proses penilaian hasilnya, kampus memiliki grade masing-masing. “Ujiannya semua menggunakan CBT (Computer Based Test). Di tiap lokasi ujian, kapasistasnya akan menyesuaikan jumlah pendaftar. Karena sehari, tes bisa dilakukan hingga empat gelombang,” tutur Da’i.
Untuk mengikuti seleksi ini, panitia SBMPTM telah bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri dan mematok bandrol Rp750 ribu untuk pembelian formulir. Untuk satu kali pendaftaran, Da’I mengaku, calon pendaftar bisa memilih tiga FK di tiga PTM se Indonesia. Sementara tempat ujiannya, tetap dilakukan di kampus terdekat dengan tempat tinggal mahasiswanya.
“Materi soal ujian adalah Tes Potensi Akdemik (TPA) 100 soal dan soal kemampuan IPA 100 soal. Semuanya pilihan ganda dengan bobot nilai satu soal satu poin,” terang pria yang juga Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Surakarta ini. Calon pendaftar, lanjut dia, bisa mulai mendaftar pada 1 Juni mendatang dan ditutup akhir Juni. Sedangkan pelaksanaan ujian dilakukan pada Juli bulan berikutnya.
Dari pelaksanaan TPA dan tes kemampuan IPA, panitia SBMPTM akan menentukan jumlah pendaftar yang akan lolos. Namun, oleh perguruan tinggi yang bersangkutan, calon mahasiswa akan kembali mengikuti tes kesehatan. “Karena dokter kan tidak boleh buta warna atau terindikasi narkoba. Jadi karena itu perlu dilakukan tes,” pungkas Da’i. [tam]

Tags: