Fatma Saifullah Yusuf Sebut Kartini Ibu Peradaban Indonesia

Dra Hj Fatma Saifullah Yusuf saat mengisi Seminar Wirausaha Bersama Anne Avantie di Gedung Srijaya Surabaya, Kamis (19/4).

Surabaya, Bhirawa
Setiap 21 April selalu diperingati Hari Kartini. Sosok perempuan yang mampu mendobrak dan memperjuangkan kesetaraan gender di zamannya. Hingga kini spirit perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini masih sangat terasa dan tetap diperjuangkan oleh generasi milenial.
Sosok RA Kartini bagi Dra Hj Fatma Saifullah Yusuf, istri Cagub Jatim Drs H Saifullah Yusuf, adalah Ibu Peradaban Indonesia. Resistensi Kartini sebagai sebuah antagonisme terhadap hegemoni kekuasaan, menciptakan sosok Kartini sebagai pejuang kesetaraan gender.
“Di era saat ini, banyak perempuan-perempuan yang memperjuangkan kesetaraan gender yang sukses di bidangnya masing-masing. Tentu raihan sukses perempuan itu tidak bisa dilepaskan atas peran dan jasa Kartini,” kata Fatma saat mengisi Seminar Wirausaha Bersama Anne Avantie di Gedung Srijaya, Kamis (19/4).
Menurut Fatma, sosok perempuan masa kini yang sukses di bidangnya itu adalah perancang busana Anne Avantie. Kesuksesan perempuan yang terkenal dengan rancangan kebayanya ini patut disyukuri, karena keberhasilan ini berimbas positif pelaku industri kreatif.
“Tak hanya industri kreatif, tapi dengan jiwa welas asih dalam kepedulian sosial yang tinggi, Bunda Anne Avantie telah mengayomi para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Saya secara pribadi sangat bangga atas kiprah Bunda Anne Avantie,” katanya.
Fatma mengajak pewirausaha perempuan Jatim untuk menyimak, mencermati dan belajar dengan seksama apa kiat yang telah dilaksanakan Anne Avantie, sehingga bisa meraih kesuksesan seperti sekarang ini. “Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai motivasi untuk membangun peningkatan kinerja,” tandasnya.
Sementara itu, dalam seminar ini dihadiri para pelaku UMKM dan organisasi perempuan yang tergabung di BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Jatim dan GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kota Surabaya yang dihadiri pula ketuanya Lis Hendro Gunawan.
Anne Avantie dalam kesempatan itu mengatakan, meraih keberhasilan tidak harus berdasarkan ilmu yang dipelajari secara formal. Dengan ketekunan dan kemauan yang kuat, kesuksesan bisa diraih. Contohnya adalah dirinya yang hanya lulusan SMP.
“Demikian pula ketika saat usaha kita sudah baik, ternyata masih saja dijumpai kendala. Seperti adanya para pengekor, produk kita dicontek habis-habisan. Tapi tetap diyakini saja bahwa para pengekor itu tidak mungkin berada di depan kita,” ungkapnya. [iib]

Tags: