DPMPTSP Imbau Pemasangan Reklame Tidak Gunakan Istilah Asing

Sosialisasi Penggunaan Bahasa Media Luar Ruangan di Kota Malang yang diselenggarakan Balai Bahasa Jawa Timur Senin 16/4 kemarin.

Malang, Bhirawa
Ada imbauan menarik dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang agar para pemasang iklan reklame tidak menggunakan istilah asing. Tetapi menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah. Karena selain mampu menyampaikan informasi dengan gamblang, juga menjadi upaya mempertahankan bahas ibu bangsa Indonesia.
Kabid Pelayanan dan Perizinan Perekonomian DPMPTSP Kota Malang, Setijoko kepada wartawan Senin 16/4 kemarin mengutarakan , berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 jika Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam informasi tentang produk barang atau jasa produksi dalam negeri atau luar negeri yang beredar di Indonesia.
“Selain itu, disebutkan juga jika untuk memenuhi kebutuhan, maka informasi yang dibuat dapat dilengkapi dengan bahasa daerah.Jadi sudah dijelaskan jika penggunaan bahasa Indonesia sangatlah penting,” ujarnya disela-sela, menjadi pembicara Sosialisasi Penggunaan Bahasa Media Luar Ruangan di Kota Malang yang diselenggarakan Balai Bahasa Jawa Timur itu.
Lebih lanjut dia menyampaikan jika Undang-Undang tersebut telah diturunkan dalam Peraturan Walikota Malang Nomor 27 Tahun 2015 tentang Penataan Reklame. Dalam pasal 5 disebutkan jika penyelenggaraan reklame harus memenuhi persyaratan keindahan, kepribadian dan budaya bangsa serta tidak boleh bertentangan dengan norma agama, kesopanan, ketertiban, keamanan, keselamatan, kesusilaan, kesehatan, serta harus sesuai dengan rencana tata ruang.
“Dalam pasal juga sudah disinggung terkait kepribadian dan budaya bangsa, termasuk penggunaan bahasa Indonesia sebagaimana dalam pasal lima tersebut,” jelasnya.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut ia juga memaparkan berbagai peraturan daerah Kota Malang terkait penyelenggaraan reklame. Salah satunya menyangkut tentang pengaturan kawasan untuk pemasangan reklame.
Dalam pemaparannya dia menyebut jika dalam Perwal Malang Nomor 27 Tahun 2015 tentang Penataan Reklame telah diatur kawasan yang bebas alias tidak dioerbolehkan untuk memasang reklame.
Kawasan tersebut adalah kawasan Ijen Boulevard, Bundaran Jalan Tugu (kecuali di dalam lokasi persil), Jalan Kertanegara (kecuali di dalam lokasi persil), Jalan Veteran (kecuali di dalam lokasi persil), kawasan pendidikan, kantor pemerintahan, dan tempat beribadah.
Sebagai bangsa yang besar, semestinya Indonesia bangga dengan bahasa Indonesia serta bahasa daerah. Namun sayangnya, saat ini muncul gejala baru, penggunaan bahasa atau tulisan asing banyak dalam berbagai papan pengumuman serta media luar ruang yang tidak disertai dengan bahasa Indonesia.
Saat memasuki sebuah gedung, sering dijumpai, melihat petunjuk dalam pintu dengan tulisan ‘pull’ dan ‘push’ dan tidak disertakan kata ‘tarik’ ataupun ‘dorong’. Alhasil, masih banyak yang merasa bingung saat harus memasuki sebuah ruangan.
Kasi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Agung H Buana menyampaikan, di Kota Malang saat ini tengah menggejala penggunaan bahasa asing yang tak disertai bahasa Indonesia. Sehingga, dia menilai perlu dilakukan upaya untuk kembali menghidupkan peran bahasa Indonesia serta mempertahankan bahasa daerah.
“Ada tiga hal yang penting, yaitu penggunakan bahasa Indonesia dengan baik, pertahankan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. Tiga hal ini harus diperkuat,” kata Agung.
Seluruh stakeholder yang meliputi perhotelan, mall, restaurant, pengembang, kepolisian, kementerian terkait yang menggunakan media luar ruang seperti bea cukai, dan imigrasi dilibatkan dalam sosialisasi tersebut.
Lebih lanjut dia menyampaikan jika saat ini Kota Malang dijadikan sebagai pilot project untuk penggunaan bahasa Indonesia yang benar dan efektif saat membuat iklan pengumuman. Targetnya, Perwal yang mengatur perihal pemasangan iklan akan kembali dievaluasi.
“Kan sudah ada aturan bahwa harus menggunakan bahasa Indonesia yang benar, tapi substansi yang lebih menderail,” papar Agung. [mut]

Tags: