DPMD Kabupaten Blitar Segera Realisasi Pencairan Tahap I Anggaran Dana Desa

Tampak Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar.

Kabupaten Blitar, Bhirawa
Pada bulan April ini Pemerintah Kabupaten Blitar berencana segera mencairkan tahap pertama pencairan Dana Desa (DD) untuk meningkatkan semangat membangun Desa di Kabupaten Blitar.
Bahkan sebelumnya pencairan Dana Desa masih mengalami kendala karena proses administrasi yang melibatkan dua Desa belum memenuhi standar pelaporan pengunaan Dana Desa. Namun seiring dengan berjalan waktu dan pembenahan kedua desa tersebut dipastikan akan segera selesai untuk dapat melakukan penyerapan anggaran DD.
Kepala Bidang Pembangunan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blitar, Anik Nursiamah menjelaskan, secara umum diperkirakan pencairan sebesar 20 persen dari total DD yang bakal diterima desa bakal di cairkan untuk memulai pembangunan desa.
“Kita sudah minta secepatnya, mudah mudahan bulan ini bisa cair, kalau mengacu dengan peraturan yang ada paling lambat bulan Juni untuk pencairan DD tahap pertama, tapi bisa kita pastikan bulan ini bisa cair,” kata Anik Nursiamah.
Lanjut Anik Nursiamah, sebelumnya sebanyak 2 Desa di Kabupaten Blitar harus bekerja keras untuk memenuhi persyaratan pencairan Dana Desa (DD) tahap pertama di tahun 2018. Sebab, dari 220 desa yang ada, secara keseluruhan masih belum menerima pencairan Dana Desa karena masih ada dua desa yang belum menyelesaikan pelaporan penggunaan Dana Desa di tahun 2017 yang lalu yakni Desa Jatitengah dan Desa Tegalrejo Kecamatan Selopuro.
“Untuk DD belum cair ya di Kabupaten Blitar, karena masih ada dua desa yang belum menyelesaikan pelaporan penggunaan Dana Desa di tahun 2017 yang lalu,” ujarnya.
Selain itu kedua Desa tersebut telah diminta untuk secepatnya melakukan penyelesaian pelaporan penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2017. Sehingga pada Bulan April ini diperkirakan Dana Desa tahap pertama sebesar 20% bisa dicairkan.
Lebih Lanjut Anik mengaku, Besaran Dana Desa (DD) tahun 2018 mengalami penurunan sekitar Rp. 2 miliar, dimana pada tahun 2017 besaran Dana Desa Rp. 178 miliar sedangkan di tahun 2018 senilai Rp. 176 miliar. Sedangkan untuk proses pencairannya dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama sebesar 20%, tahap kedua dan ketiga sebesar 40%.
“Untuk besaran DD tahun ini memang menurun dan pembagian nya menjadi tiga tahap, serta setiap desa akan menerima dana desa senilai Rp 600 – Rp 800 juta,” terangnya.
Sementara sekedar diketahui, Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa dan Desa Adat yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaran pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan. Fokus penting dari penyaluran dana ini lebih terkait pada implementasi pengalokasian Dana Desa agar bisa sesempurna gagasan para inisiatornya. Skenario awal Dana Desa ini diberikan dengan mengganti program pemerintah yang dulunya disebut PNPM, namun dengan berlakunya Dana Desa ini, dapat menutup kesempatan beberapa pihak asing untuk menyalurkan dana ke daerah di Indonesia dengan program-program yang sebenarnya juga dapat menjadi pemicu pembangunan daerah.
Bahkan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah mengalokasikan Dana Desa, melalui mekanisme transfer kepada Kabupaten/Kota. Berdasarkan alokasi Dana tersebut, maka tiap Kabupaten/Kota mengalokasikannya ke pada setiap desa berdasarkan jumlah desa dengan memperhatikan jumlah penduduk (30%), luas wilayah (20%), dan angka kemiskinan (50%). Hasil perhitungan tersebut disesuaikan juga dengan tingkat kesulitan geografis masing-masing desa. Alokasi anggaran sebagaimana dimaksud di atas, bersumber dari Belanja Pusat dengan mengefektifkan program yang berbasis Desa secara merata dan berkeadilan. Besaran alokasi anggaran yang peruntukannya langsung ke Desa ditentukan 10% (sepuluh perseratus) dari dan di luar dana Transfer Daerah (on top) secara bertahap. [htn.adv]

Tags: