Diduga Masih Banyak Pedagang Mempermainkan Timbangan

Kepala Disperindag turun langsung memantau kegiatan penertiban timbangan di pasar-pasar. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Walaupun Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Sidoarjo terus bertindak tegas terhadap pedagang pasar yang mempermainkan timbangannya. Ternyata masih ada saja mereka yang berbuat curang. Memberikan alat berat yang disembunyikan di timbangan sehingga merugikan konsumen.
Kecurangan mempermainkan timbangan itu sering dijumpai petugas Disperindag Sidoarjo saat melakukan tera ulang di beberapa pasar yang ada di wilayah Sidoarjo. Sedangkan untuk SPBU, PDAM, Apotek, Bandara dan lainnya sangat merespon dengan baik bila ada petugas melakukan tera ulang. “Mereka sadar hukum, apabila tidak di tera ulang sanksinya berat. Dalam Perda Retribusi Nomor 11 tahun 2013, sanksinya ditegaskan denda kurungan tiga bulan atau denda Rp25 juta,” tegas Sekretaris Disperindag Sidoarjo Dana Riawati, (13/4).
Sementara untuk pedagangan yang nakal atau mempermainkan timbangan, hingga menyembungikan anak timbangan, masih terdapat di pasar-pasar. Padahal, kami sudah memasang papan-papan pengumuman tentang sanksi-sanksinya, di tempat yang strategis maupun di lingkungan dalam pasar. “Namun, mereka masih banyak yang mengabaikannya atau tidak memperdulikannya,” ungkapnya.
Maka dalam penindakannya, kami tetap bertindak dengan tegas, yakni dengan mengerahkan petugas UPT Pasar dan keamanan pasar untuk membantu mengambil timbangan untuk ditera ulang. Dilakukan sesuai dengan SOP agar sesuai standar tidak merugikan konsumen. ”Hasil dari semua ini UTTP (Ukuran Takaran Timbangan dan Perlengkapan) diharapkan sesuai standar, agar tak merugikan konsumen,” tegas Dana Riawati.
Khusus untuk UTTP Pasar, secara bertahap sudah diterapkan di sejumlah pasar-pasar yang ada di Kab Sidoarjo. Sedangkan pasar yang sudah diterapkan UTTP dan dijadikan penilaian dalam penghargaan Pasar Tertib Ukur, yakni Pasar Sukodono dan Pasar Taman. ”Semua pasar nantinya akan diterapkan UTTP,” jelas Kepala Disperindag, Fenny Apridawati.
Menurutnya, UPT Metrologi Legal Disperindag Sidoarjo juga sudah mempunyai alat Cap Tanda Tera (CTT) dari Kementerian Perdagangan. Dengan peralatan UTTP yang memadai, diharapkan semua pasar tradisional, pasar modern, SPBU, perusahaan dan semua obyek yang menggunakan fasilitas ukur dalam bertransaksi bisa tertib ukur.
Dalam penerapannya, yang paling utama dan penting adalah pelayanan kepada masyarakat sebagai upaya perlindungan konsumen. Setelah itu, baru orientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari UTTP. ”Tahun 2017, target dari pendapatan pengelolaan UTTP atau tera sebesar Rp300 juta,” katanya.
Lanjutnya, target ini terbilang kecil, karena pengelolaan tera baru ditangani Pemkab Sidoarjo dalam kurun waktu belum sampai setahun. Meski demikian, dalam realisasinya sudah melebihi target yang ditentukan, bahkan retribusi bisa mencapai sekitar Rp530 juta. ”Sedangkan target Sidoarjo diharapkan tahun depan adalah mendapat penghargaan daerah tertib ukur,” harap Fenny Apridawati. [ach]

Tags: