Bulog Harus Diberi Kebebasan Beli Beras

Foto: ilustrasi

Serapan Kurang Maksinal
Pemprov, Bhirawa
Gubernur Jatim Dr H Soekarwo menilai peran Bulog dalam menyerap beras rakyat kurang maksimal. Padahal seharusnya pada akhir tahun gudang perusahaan plat merah tersebut bisa memiliki cadangan beras 1 juta ton.
“Menurut saya satu, berikanlah Bulog kebebasan untuk mengambil keputusan beli. Harganya berapa di pasar. Menyesuaikan pasar. Yang penting November 2018 gudang harus satu juta ton. Kalau tidak melembung,” ujar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut, Minggu (15/4).
Selama ini, lanjutnya, pembatasan daya beli Bulog terhadap beras ditengarai menyebabkan kosongnya gudang. Misalkan pada 2017, dari kelebihan beras 5 juta ton, hanya dibeli 625 ribu ton. Hal tersebut disebabkan keterbatasan kriteria beras yang harus dibeli oleh Bulog yakni dengan pecah butir 20 persen sebagai beras medium. Sedangkan mesin penggiling beras medium dengan kriteria pecah butir 20 persen sudah sangat jarang.
Situasi inilah yang lantas dilihat oleh Pakde Karwo agar Bulog membeli juga beras premium untuk memenuhi 1 juta ton di gudang. “Mestinya Bulog harus cepat membeli beras premium, wong pasarnya (beras medium) ndak ada kok barangnya. Medium tidak bisa beli. Kan hanya sedikit sekali (beras medium). Mesinnya itu selepnya premium,” jelasnya.
Namun terlepas dari itu, permasalahan sekarang ini yang menyebabkan ada kenaikan harga beras adalah banyaknya hasil panen di Jatim dibawa ke Jateng. Situasi musim panen yang mendahului dari pada provinsi tetangga itu, membuat beras produksi petani Jatim banyak yang digiling disana. Sehingga berpengaruh pada stok beras yang ada. Meskipun baru menjalani musim panen raya.
“Kemudian yang kedua pasca panen besar yang dibarengi hujan beberapa waktu lalu membuat gabah tidak kunjung kering. Kita dryer tidak ada, sedikit sekali. Maka saya nanti usul ke Pak Presiden (Joko Widodo), kita membeli 3000 dryer. Begitu panen langsung bisa jadi beras,” urainya.
Saat ini, rata-rata harga beras medium berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) tercatat Rp11.800 per kg, di mana harga beras di Jawa Timur sudah menyentuh Rp10.600 per kg dan Jawa Barat sudah mencapai Rp11.200 per kg. Namun, harga beras medium di Jakarta masih tercatat Rp12.950 per kg.
Sementara itu, Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017, HET beras medium dipatok di angka Rp9.450 di Jawa hingga Rp10.250 per kilogram (kg) untuk wilayah Papua dan Maluku. Dengan kata lain, panen raya diharapkan bisa menekan harga beras secara signifikan. [iib]

Tags: