Berdayakan Ekonomi, Mahasiswa Ubhara Ajak Budidaya Lele

Mahasiswa Fisip Ubhara Surabaya bersama jajaran akademi kampus saat memanen 3.500 ekor ikan lele hasil pemberdayaan masyarakat.

Bersama Warga Siwalankerto Panen 3.500 Ekor Lele
Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Fisip Ubhara Surabaya bersama jajaran akademi kampus menggelar tasyakuran di Balai RT 01 RW 5 Kelurahan Siwalankerto, Surabaya. Kegiatan diwujudkan dengan memanen 3.500 ekor ikan lele hasil pemberdayaan masyarakat yang sudah dua bulan lalu dibudidayakan bersama warga sekitar.
Rektor Ubhara Surabaya, Brigjen Pol (Purn) Drs Edy Prawoto SH MHum mengungkapkan bahwa program pemberdayaan masyarakat kali ini adalah untuk ketahanan pangan dan mengangkat perekonomian masyarakat. Sebab, kata dia, dari aspek ekonomi sangat menguntungkan dan membuat inspirasi masyarakat secara luas.
“Bahwasannya, Ubhara Surabaya juga bisa mengabdi dan bisa bersinergi kepada masyarakat. Yang paling penting kita bisa bermanfaat untuk orang lain,” ungkapnya disela prosesi panen lele.
Menurut Edy, masyarakat memang perlu diberdayakan agar bisa berdampak positif. Pasalnya, kalau sudah bisa diberdayakan dan mandiri sudah barang tentu telah memiliki penghasilan tambahan.
“Tentunya dari aspek ekonomi akan mengalami kenaikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Oleh sebab itu, lanjut Edy, pihaknya mencoba menerapkan sinergi perguruan tinggi (PT) dengan masyarakat. Baik dari pihak kepolisian dan juga masyarakat sekitar untuk diberikan pemahaman.
Selain itu, kata Edy, mahasiswanya juga telah diterjunkan di Kepolisian Sektor (Polsek) yang ada di Kota Surabaya. Seperti Polsek Jambangan, Karangpilang, Wonokromo, Wonocolo dan Rungkut. “Disana dalam rangka magang yang nantinya juga akan mengeksplore muatan-muatan lokal,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Dekan Fisip Ubhara Ismail juga menambahkan bahwa kegiatan ini memang sengaja dilakukan untuk bisa menyentuh langsung kepada masyarakat. Melalui program-program yang mengena otomatis akan mengangkat perekonomian masyarakat. “Program ini memang efektif karena langsung menyentuh kepada persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat. Ketimbang hanya bergantung pada magang di perkantoran saja,” terang Ismail.
Dalam pembudidayaan ikan lele tersebut, kata Ismail pemilihan makanan juga diambil dari limbah yang ada di masyarakat. Agar program ini murni dan bisa dilakukan oleh masyarakat pada umumnya.
“Makanan yang kami berikan mulai daun singkong, kangkung, belatung fragmentasi dari sampah rumah tangga. Ini sangat mudah didapat dan masyarakat kami yakin juga bisa menirunya,” tandasnya. [geh]

Tags: