Belum Bersertifikasi, Disdik Kab.Mojokerto Copot Jabatan 210 Kasek

karikatur ilustrasi

Kab Mojokerto, Bhirawa
Dinas Pendidikan Kab Mojokerto mencopot jabatan 210 Kepala SD dan SMP di Kab Mojokerto. Ratusan Kasek yang diturunkan dari jabatannya itu karena belum memiliki sertifikasi sebagai kepala sekolah. Total kepala sekolah yang dicopot itu sebagian besar diturunkan posisinya dari kepala sekolah definitif menjadi Plt. Mereka juga diminta mengurus sertifikasi dan harus membayar.
Sementara untuk mendapatkan sertifikat, kepala sekolah harus mengikuti ujian di Lembaga Penyelenggara Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (LP2KS) di Karanganyar, Jawa Tengah, kalau lulus nanti akan mendapatkan Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).
Menurut Zaenal Abidin, Kepala Dinas Pendidikan Kab Mojokerto, pencopotan ratusan Kasek ini karena semuanya belum punya sertifikat dan sebagian sudah dua periode.
Zaenal menjelaskan, sesuai UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen dijelaskan, semua guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah harus mengantongi sertifikat. ”Semua Kasek belum ada yang mempunyai sertifikat,” ungkapnya.
Zaenal juga mengatakan, solusi untuk memenuhi aturan ini. Dispendik sudah mengirimkan secara bertahap kasek ke LP2KS, dari 500 lebih kasek yang sudah diberangkatkan pada gelombang I sebanyak 245 Kasek dan gelombang II sebanyak 125 Kasek.
”Soal biayanya memang menjadi tanggung jawab masing-masing, dan ini yang dikeluhkan,” pungkasnya.
Berikutnya Ratusan Kepala SD dan SMP yang dicopot harus berjuang ekstra keras kalau ingin mendapatkan jabatan Kasek kembali. Mereka harus mengikuti ujian untuk mendapatkan Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).
Zaenal menambahkan, untuk mendapatkan NUKS bukan hal yang mudah, kepala sekolah harus serius mengikuti ujian yang dihelat Lembaga Penyelenggara Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (LP2KS) dan membuat karya tulis.
”Mereka harus membuat program dalam bentuk karya tulis, misalnya kalau terpilih sebagai kepala sekolah program apa yang akan dilakukan, karya tulis ini yang akan dipresentasikan,” ungkapnya.
Zaenal mentarget, dalam tahun ini program sertifikasi kepala sekolah ini akan selesai dan secara bertahap mulai bulan ini kepala sekolah yang sudah dikirim ke LP2KS pada gelombang pertama akan diminta untuk mempresentasikan programnya. ”Memang tidak bisa cepat, tapi tahun ini targetnya rampung,” tegasnya.
Zaenal juga mengatakan, saat ini Dinas Pendidikan sudah memberangkatkan gelombang kedua kepala sekolah untuk mengikuti fit and proper di LP2KS di Karanganyar, Jawa Tengah. [kar]

Tags: