Badan POM Harus Periksa Kualitas Isi Kemasan Makanan Olahan

Jakarta, Bhirawa.
Mencegah peredaran makanan olahan kedaluwarsa atau yang mngandung bahan berbahaya/cacing, harus ada petugas pemeriksa, sebelum barang diedarkan. Sayang nya Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) hanya berfungsi membina dan mengawasi produsen saja. Tidak memiliki kewenangan mencegah peredaran produk makanan berbahaya dan tak berkuali tas.Semestinya semua produk olahan harus lewat pemeriksaan dulu, sebelum diedarkan.
“Selama ini badan POM hanya SIDAK pada produk makanan, ketika menjelang Lebaran saja. Seperti halnya heboh ikan kaleng Makerel asal Cina yang mengandung cacing ini. Semestinya, secara berkala dilakukan cek dan pemeriksaan pada produsen makanan olahan. Termasuk makanan import, harus diperiksa dahulu sebelum masuk Indonesia,” ujar Ketua Komisi IX DPRRI Dede Yusuf (Demokrat) dalam forum legislasi dengan tema “Hindari Makanan berCacing, RUU POM rampung sebelum Ramadhan ?” di pressroom, kemarin (10/4). Nara sumber lain, pengamat kebijakan publik dari UI Rian Nugroho.
Dede Yusuf berharap, badan POM tidak terburu-buru menanggapi negatif isue Makerel berCacing. Sebab yang berCacing hanya Makerel impor asal Cina. Bukan Makerel import dari negara lain atau Makerel produk dalam negeri. Dikabarkan, pada bulan tertentu, laut Cina menghasilkan ikan Makerel yang mengandung cacing. Hal tersebut mungkin tidak dipeduli kan oleh produsen Makerel Cina. Sehingga produk olahan Makerel Cina bercacing.
“Jangan sampai heboh Makerel berCacing produk Cina ini, berimbas pada produk Maerel lain atau lokal yang tidak bermasalah. Badan POM harus bisa memilah dalam mengu mumkan kondisi benar tentang Makerel. Jangan mempertajam heboh cacing, yang tidak ada sangkut pautnya dengan produk dalam negeri. Jangan sampai produk sendiri yang tak bermasalah, jadi mati, terimbas oleh produk impor yang bermasalah,” pesan Dede.
Sementara Rian Nugroho melihat, Indonesia selama ini belum memiliki peralatan yang bisa memeriksa dengan teliti dan akurat produk olahan. Seperti halnya borak, bahan pengawet dalam bakso, mie dll yang sampai kini tidak bisa dihentikan pemakaiannya. Makerel berCacing produk Cina, yang lolos dan beredar dipasar, adalah contoh solidnya pemeriksaan. Dia menyarankan, agar pemerintah segera menyediakan peralatan canggih yng bisa memriksa semua makanan olahan, baik produk dalam negeri maupun impor.
“Alat canggih itu harus tersedia di pintu-pintu masuk barang impor, pelabuhan atau bandara. Alat itu harus mudah masuk kedalam kemasan, agar pemeriksaan bisa detail dan akurat. Tapi nampaknya Badan POM belum berupaya kearah itu,” tutur Rian Nugroho. [Ira]

Tags: