50 Peserta Tak Ikut UNBK Paket C

Kabid Pembinaan PNF H Abdurrahman bersama Pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jatim saat melakukan monitoring pelaksanaan ujian Paket C di gedung SMKN 1 Panji, Sabtu (28/4). [sawawi]

Berdalih Nervous Sama Komputer
Situbondo, Bhirawa
Ini peringatan serius bagi pemerintah soal pelaksanaan UNBK khusus Paket C (setara SMA) di Kabupaten Situbondo. Hanya gara gara nervous atau grogi, sedikitnya 50 peserta dari total 384 peserta UNBK Paket C se-Kabupaten Situbondo memilih tidak ikut ujian pada Sabtu (28/4). Akibatnya bisa ditebak, ke-50 peserta Paket C tersebut terancam tak lulus dan harus mengikuti ujian susulan pada UNBK tahun 2019 mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Non Formal (PN) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo H Abdurrrahman mengatakan, semula pihaknya mengusulkan untuk mengikuti ujian berbasis kertas, namun pemerintah bersikukuh untuk serentak menggunakan UNBK.
“Ujian Paket C ini harus menggunakan UNBK yang sifatnya sudah nasional. Alhamdulillah secara umum disini berjalan lancar,” aku Abdurrahman.
Masih kata Abdurahman, peserta UNBK Paket C mayoritas berasal dari desa yang notabene awam tentang penggunaan komputer. Dari total 384 peserta, akunya, diperkirakan sekitar 50 peserta tak ikut UNBK karena tak biasa menggunakan komputer. Abdurahman menandaskan, tahun depan akan mengusulkan bantuan sarana komputer bagi peserta Paket C sehingga sejak dini bisa menguasai komputer.
“Kami berharap mudah mudahan UNBK Paket C berhasil dengan baik meski kelulusan bukan ditentukan oleh hasil dari nilai UNBK,” ungkap mantan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Panarukan itu.
Sementara itu pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Yudianto merasa bangga karena dari hasil kunjungannya ke Situbondo menyebutkan bahwa pelaksanaan UNBK Paket berjalan lancar dan peserta tampak bersemangat meski ada sebagian yang memilih tidak hadir.
“Meski ada sebagian besar tidak mengikuti UNBK, saya yakin UNBK Paket C di Kabupaten Situbondo akan berjalan lancar,” harap Yudianto.
Disisi lain, Suri Naryoto (52) peserta Ujian Kejar paket C, asal Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo mengatakan, dirinya mengikuti UNBK Paket C agar mendapatkan ijasah setara SMA dan dapat dipergunakan untuk mengikuti tes calon perangkat Desa setempat. Suri mengaku ada sedikit kesulitan dalam mengerjakan soal UNBK karena menggunakan komputer. “Saya ini sudah lanjut usia. Maka sangat wajar saat mengoperasikan komputer masih bingung. Namun saya masih bersyukur, pada sesi pertama soal UNBK bisa terjawab tuntas,” pungkas Suri. [awi]

Rate this article!
Tags: