29 Perguruan Tinggi Mulai Program PT Asuh

Foto Bersama perwakilan perguruan tinggi yang lolos pada hibah PT Asuh 2018 pada sosialisai dan penandatangan perjanjian.

Surabaya, Bhirawa
Perguruan Tinggi (PT) unggul (ter-akreditasi A) diberi kesempatan untuk membina PT lain yang masih terakreditasi C, melalui “Program Asuh PT Unggul”. Kesempatan itu diberikan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Pada awal April ini, ada sekitar 29 PT terpilih yang meliputi PTN dan PTS sebagai penerima hibah tahun 2018. Di antaranya adalah Universitas Kristen Petra dan STIE Perbanas Surabaya. Diungkapkan Rektor UK Petra Prof. Djwantoro Hardjinto bahwa melalui program PT Asuh, para PT unggul diminta untuk dapat sharing practice sekaligus untuk membangun budaya mutu sehingga terdorong menjadi unggul.
“Peningkatan peringkat akreditasi merupakan hasil yang ingin di raih dari perbaikan manajemen mutu yang diterapkan di PT tersebut” ungkapnya. Karenanya, lanjut dia, UK Petra nantinya tak hanya fokus pada perbaikan peringkat program study yang mendapat nilai C saja, melainkan juga melakukan pembenahan manajemen mutu. Di antaranya komitmen terhadap mutu, pengembangan sistem penjaminan mutu dan penyediaan auditor mutu internal.
“Ada banyak kegitan yang disiaopkan untuk program asuh ini, di antaranya lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal, Audit Mutu Internal (AMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal” ulasnya.
Tiga perguruan tinggi yang diasuh oleh UK Petra tahun ini adalah Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur-NTT, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang, dan Institute Teknologi Del, Toba-Samosir-Sumatra Utara.
Berbeda dengan UK Petra yang fokus pada managemen mutu PT Asuhannya, STIE Perbanas fokus pada dua aspek yang mendukung jalannya peningkatan akreditasi. Yaitu, manajemen mutu dan pengembangan e-dokumen. Diungkapkan, Ketua STIE Perbanas Dr Lutfi jika perbaikan program pengembangan standart pendidikan Sistem Penjaminan Mutu Internasional (SPMI) merupakan aspek utama dalam peningkatan akreditasi. Namun, yang tak kalah penting tuturnya adalah dokumentasi
“Masih banyak kampus-kampus yang didatangi asesor mereka kebingungan mencari dokumennya. Sehingga kami akan membuat pengembangan elektronik dokumen (e-dokumen)” jelasnya. Jadi, tambah dia, target keduanya adalah bagaimana menjadikan dokumen yang terkait dengan penjaminan mutu dan akreditasi semuanya di jadikan satu dalam e-dokumen. Sehingga ketika asesor datang mereka punya data valid yang berbentuk elektronik dokumen.
Lutfi juga menegaskan, dalam mewujudkan kedua program tersebut pihaknya menekankan jika harus memprioritaskan komitmen antara Rektor dan ketua yayasan. “Komitmen ini, saya rasa sangat perlu dan penting. Jika tidak ada komitmen di antara keduanya, kemudian pengembangan ini dananya dapat dari mana?” paparnya
Adapun tiga perguruan tinggi yang diasuh STIE Perbanas adalah Universitas Pawyatan Daha, Universitas Wahidiyah, dan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.
Sementara itu, Dijelaskan Sekretaris Kopertis VII wilayah Jawa Timur, Widyo Winarso bahwa pembentukan PT Asuh sudah berlangsung selama dua tahun, dan tahun ini merupakan tahun kedua Kemenristekdikti dalam menyelenggarakan PT Asuh bagi kampus yang memiliki Akreditasi ‘A’ untuk membina kampus yang memiliki prodi akreditasi ‘C’.
“Hal ini untuk meningkatkan PT yang masih cluster bawah untuk menekankan kesiapannya dalam meningkatkan Sistem Penjaminan Mutu International (SPMI) Internal Kampus” Ungkapnya.
Diakuinya, untuk hibah PT Asuh kali ini pihaknya tidak bisa memastikan berapa nominal yang dikucurkan pemerintah untuk pembinaan PT Asuh. “Kurang lebih dana hibahnya sekitar 300 juta per PTS, untuk PTN yang mungkin segitu. Tidak jauh beda kok nominalnya” tuturnya
Rencananya, tahun depan Kemenristekdikti menginstruksikan bahwa semua kampus maupun prodi harus terakreditasi minimal ‘B’. “Tahun depan Kemenristekdikti dikti menginstruksikan bahwa harus terakreditasi semua. Jika tidak bisa memenuhi, ya mungkin saja prodi atau kampus akan di tutup. Tapi itu tergantung kebijakan dari Kemenristekdikti” tegasnya. Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, program serupa pada tahun 2017 lalu, program study dengan akreditasi C mengalami peningkatan peringkat menjadi B atau A. tercatat sejumlah 124 program studi dari 637 program. [ina]

Tags: