Warga Desa Ngantru Kota Batu Tuntut Ungkap Dugaan Korupsi DD

Warga Desa Ngantru, Wanito alias Bedok (tengah) usai menemui penyidik di Mapolres Batu, Selasa (13/3).

Kota Batu, Bhirawa
Warga Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang mendatangi Mapolres Batu, Selasa (13/3). Mereka ingin memastikan penanganan adanya dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) yang terjadi di desanya tidak berhenti di tengah jalan. Ada sebanyak 5 item dugaan penyelewenangan anggaran desa. Hal ini dilakukan dengan modus membuat penggandaan laporan dan memanipulasi data proyek desa.
“Kami mendatangi Reskrim (Satreskrim Polres Batu) untuk memastikan bahwa penanganan kasus ini masih berlanjut hingga tuntas. Karena setelah sebulan lalu kita laporkan dan ada beberapa orang yang sudah diperiksa, koq sampai sekarang tidak ada perkembangannya,”ujar juru bicara warga Desa Ngantru, Wanito alias Bedok, ditemui di Mapolres Batu, Selasa (13/3).
Adapun pengaduan ini didasarkan temuan data proyek pembangunan tahun 2012 – 2013 di Desa Ngantru. Namun proyek yang telah dilaporkan di tahun 2013 itu ternyata dilaporkan ulang pada pelaporan Dana Desa tahun 2015. Hal ini mendorong warga melaporkan dugaan penyelewengan dana desa ke unit tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Batu.
Bedok mengatakan dalam laporannya ke Polisi, pihaknya menyertakan data proyek pembangunan PNPM tahun 2012 – 2013 yang dilaporkan ulang untuk dipergunakan dalam pelaporan dana desa tahun 2015. Dari data tersebut diduga kuat adanya manipulasi data pelaporan dana desa tahun 2015 tersebut.
“Selain kami serahkan dokumen, kita juga sudah menyiapkan saksi-saksi terkait pada pelaksanaan pembangunan PNPM tahun 2012 – 2013, karena data pelaksanaan pembangunan tersebut, kami punya file cadangan,”tambah Bedok.
Ketika ditanya siapa yang dilaporkan dalam kasus ini, Bedok mengatakan warga masih belum menentukan siapa yang bertanggungjawab atas kasus ini. Pihaknya membuat pengadukan atas dasar adanya kejanggalan dalam pelaporan DD di tahun 2015 tersebut.
Salah satu contohnya adalah kegiatan pembangunan Drainase Dusun Kenteng II. Laporan pembangunan proyek ini ada pada pelaporan dana desa tahun 2015. Padahal pembangunan tersebut sudah dilaksanakan pada tahun 2013.
Selain proyek ini, juga disertakan beberapa data laporan dilengkapi foto yang diduga tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Warga Desa tidak tahu siapa yang harus bertanggungjawab dalam masalah ini, namun warga yakin ada ketidak beresan dalam penyusunan laporan tersebut.
Terpisah, Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Ngantru, Antok Sukarno ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan terkait masalah itu.
“Mohon maaf saya tidak bisa menjelaskan lewat sini, tolong langsung cross check di lapangan,” ujarnya.
Sementara, Kepala Desa Ngantru, Solikhin ketika dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan benar tidaknya tuduhan tersebut sepenuhnya ia serahkan pada hasil penyelidikan polisi. “Nanti biarkan dibuktikan dipenyelidikan (polisi-red) saja, kita bukan menyiapkan pembelaan, tapi kita siapkan mediasi. Kalau belum penyelidikan benar tidaknya tuduhan itu kan belum tahu,” ujar Solikin.
Dikonfirmasi masalah ini, Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa mempublikasikan hasil penyelidikan yang telah dilakukan. “Kasus ini belum bisa dipublikasikan, Kita baru bisa mempublikasikan kasus ini pada saat masuk sidik atau penetapan tersangka,”ujar Anton.(nas)

Tags: