Saat Gus Ipul Blusukan ke Pasar Benowo

Cagub Jatim Drs H Saifullah Yusuf saat menyuapi makan salah seorang pedagang di Pasar Benowo, Surabaya.

Sarapan Nasi Bungkus Bareng, Siapkan Pelatihan Pedagang Tradisional
Kota Surabaya, Bhirawa
Masa kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim dimanfaatkan betul Calon Gubernur (Cagub) Jatim Drs H Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, untuk mendengar keluhan-keluhan rakyat. Contohnya seperti saat blusukan ke Pasar Benowo, Surabaya Selasa (13/3).
Setibanya di pasar yang berada di Surabaya Barat ini, Gus Ipul langsung disapa oleh para pedagang. Tak langsung masuk ke dalam pasar, justru Gus Ipul menyempatkan untuk sarapan di salah satu warung depan pasar. Gus Ipul memilih untuk makan nasi bungkus bersama pengunjung dan pedagang pasar.
Meski baru pertama bertemu dengan mereka, Gus Ipul langsung akrab bahkan sesekali menyuapi salah seorang pedagang. “Ayo sekali-kali tak suapin,” kata Gus Ipul sambil membagi nasi bungkusnya pada Sofyan salah seorang pedagang.
Bersama beberapa pengunjung dan pedagang pasar, Gus Ipul berdiskusi hangat sambil menikmati sarapan pagi menu nasi bungkus. Sofyan sendiri sempat kaget saat disuapi Gus Ipul nasi bungkus. “Pemimpin seperti ini yang kami harapkan, tidak mengambil jarak. Bahkan saya diajak makan bersama dalam satu nasi bungkus satu sendok,” ujar Sofyan.
Selepas sarapan, Gus Ipul lantas berkeliling dan berbincang dengan para pedagang. Ia melihat secara langsung bagaimana kondisi pasar yang dikelola swadaya oleh masyarakat ini. Pengurus Pasar Benowo, Ali Affandi meminta kelak bila Gus Ipul terpilih, bisa menyediakan program pelatihan untuk para pedagang. Dengan harapan, pasar rakyat bisa bersaing dengan pasar modern.
“Penambahan skill ini setidaknya bisa membuat pelayanan di pasar tradisional bisa bersaing dengan pasar modern. Dan juga pembeli bisa lebih nyaman,” ungkapnya.
Sementara ketua pedagang Pasar Benowo, Suprapto menambahkan, para pedagang di Pasar Benowo mengharapkan pemerintah bisa memudahkan untuk penyediaan kredit lunak. “Saya mewakili pedagang pasar tradisional, meminta agar Gus Ipul kelak bisa mempermudah kami untuk mengurus pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama ini, pengurusan KUR terlihat njilimet,” kata dia.
Menanggapi keluhan-keluhan itu, Gus Ipul setuju dengan usulan pelatihan bagi para pedagang tradisional. Sejak awal, Gus Ipul bersama Puti Guntur Soekarno memang berkomitmen agar pasar tradisional bisa terawat dan terjaga sebagai pusat ekonomi kerakyatan.
Menurut keponakan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini, adanya pasar modern tidak membuat pasar tradisional lantas mati. Karena market share nya sudah berbeda. “Makanya kami akan sediakan pelatihan bagi pedagang pasar tradisional ini, agar tidak kalah dengan pasar modern dan agar pasar tradisional bisa terjaga sebagai pusat ekonomi kerakyatan,” tutur Wakil Gubernur dua periode ini.
Menurut dia, keberadaan pasar modern tidak lantas membuat pasar tradisional mati karena memiliki pangsa pasar yang berbeda sehingga diperlukan langkah inovatif agar semua berjalan sesuai harapan.
Di sisi lain, terkait distribusi kredit usaha rakyat (KUR), disebutnya akan bisa dimanfaatkan optimal oleh masyarakat, khususnya pedagang tradisional maupun pelaku usaha kecil mikro dan menengah. Bahkan, kata dia, saat ini Pemerintah Pusat melakukan upaya agar bunga KUR setiap tahunnya semakin berkurang, yang tahun ini mencapai tujuh persen bisa menjadi enam persen.
Sedangkan, terkait pengelolaan Pasar Benowo, Cagub Jatim nomor urut dua itu mengapresiasinya karena pembagian kawasan sudah tertata rapi, seperti adanya kawasan khusus pakaian terkelompok sendiri, dan terpisah dengan kelompok seperti pedagang ikan, sayur dan lainnya.
Kendati demikian, Wagub Jatim yang sedang menjalani masa cuti tersebut merasa masih perlu adanya revitalisasi infrastruktur pasar, yakni akses jalan, penerangan sarana dan prasarana seperti kamar mandi maupun tempat ibadah perlu mendapat perbaikan.
Pilkada Jatim digelar 27 Juni 2018 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024 diikuti dua pasangan calon, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dengan nomor urut 1, dan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno nomor urut 2.
Pasangan nomor 1 merupakan calon dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem, sedangkan pasangan nomor 2 adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS serta Gerindra. [Zainal Ibad]

Tags: