Rakornas Sosialisasikan Standardisasi PTM

Surabaya, Bhirawa
Upaya peningkatan Kualitas mutu pendidikan pada instansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dituangkan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah zona 2 selama tiga hari berturut-turut (9-11/3).
Acara yang dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim didampingi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dr Saad Ibrahim MA dan Rektor Umsida membuka rakornas dengan tiga point utama yang akan disosialisasikan terkait standarisasi PTM. Antara lain bidang keuangan, bidang SDM dan Bidang Pembina Harian (BPH).
Diungkapkan Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr. Hidayatulloh agenda tersebut merupakan pembaharuan sistem yang sebelumnya sudah ada, sebelum tahun 2000. Ia menuturkan, jika hal tersebut masih digunakan hingga saat ini, maka tidak cocok dengan kebutuhan percepatan dan perkembangan kampus. “Draft ini sudah dari Diktilitbang, yang kemudian di sempurnakan dan disosialisasikan lagi” ujarnya.
Lebih lanjut, Hidayatulloh menjelaskan jika pembahasan terkait keuangan kampus meliputi operasional pembagian penggunaan anggaran yang proposional. Misalnya saja, contohnya, alokasi gaji, biaya operasional, sarpras dan pengembangan SDM seperti study lanjut.
“Kita percepat para dosen untuk melanjutkan study nya seperti S3” ungkap Hidayatulloh.
Sebab, tambahnya proyeksi majelis diktilitbang sebesar 50 persen dosen di PTM harus doktor. Selain itu, minimal dosen harus mempunyai satu karya penelitian, pengabdian masyarakat dan harus terpublikasi secara jurnal International maupun terakreditasi terindeks.
Menurutnya, bagi BPH mereka mendapat gambaran baru terkait proyekai PTM ke depan. Sebab paparnya, BPH merupakan mitea rektor dalam bekerja, yang merupakan wakil PP Muhammadiyah yang ada dilingkungan PTM. BPH sendiri memiliki beberapa unsur, antara lain unsur pimpinan Daerah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. “Di umsida sendiri memiliki 9 BPH” sahutnya.
Sementara itu, ketua pelaksana acara Hasan Ubaidillah, menuturkan jika tujuan utama terselenggaramya Rakornas tersebut adalah untuk menyamakan mekanisme pengelolaan perguruan tinggi PTM, baik pengelolaan keuangan maupun SDM. Sehingga dengan begitu, perguruan tinggi Muhammadiyah mempunyai Standart Operating Procedures (SOP).
Sehingga nantinya, imbuhnya kita punya SOP yang sama untuk pengelolaan perguruan tinggi muhammadiyah. Harapan kita, termasuk PTM dan Umsida khususnya tidak ada memang cara untuk memperbaiki kualitas pengelolaan perguruan tinggi, selain penguatan dan peningkatan SDM dalam hal ini adalah dosen.
“Di Umsida sendiri, ada pengembangan dosen-dosen yang berpotensi, peningkatan dari sisi pendidikan, kegiatan pelatihan yang tentunya mendukung peningkatan SDM” papar Ubed sapaan akrab Hasan Ubaidillah. Sebanyak 115 peserta dari 46 PTM se Jatim dan Nusa Tenggara yang masuk dalam zona 2. Selain itu, ada 4 zona lagi dalam Rakornas tahun ini, yang digelar bergiliran.
“Untuk peserta kali ini, yang paling jauh dari PTM Maumere, baik Sekolah Tinggi, BPH maupun PT nya” tandas Ubed. [ina]

Tags: