Polisi Amankan Tersangka Pembunuh Aktivis LSM di Sumenep

Empat orang tersangka dugaan pembunuhan aktivis LSM di Sumenep saat digelandang Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (14/3).
[abednego/bhirawa]

Polda Jatim, Bhirawa
Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Sahab (59), aktivis LSM Institut Pendidikan Kriminal dan Korupsi Madura (IPK2M) Sumenep. Alhasil petugas mengamankan empat orang tersangka terduga pembunuh pria yang juga merupakan pensiunan ASN (Aparatur Sipil Negara) ini.
Empat orang tersangka ini adalah Nur Hidayati (56) warga Desa Sumber Wadung Jember , Ansori alias Ulum (44) warga Dusun Karanganyar Jember , Eeng Effendi (31) warga Dusun Topoh Pamekasan dan Rudi Hartono (38) warga Dusun Karanganyar Jember.
“Kasus pembunuhan berencana ini menjadi trending topic di awal Januari 2018. Yang mana ada seorang ASN yang dibunuh, kemudian belum diketahui siapa pembunuhnya. Tapi Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membongkar otak pelaku pembunuhan dan tersangka lain yang jadi eksekutor,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (14/3).
Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Boby Paludin Tambunan menjelaskan empat tersangka ini mempunyai peran masing-masing dalam pembunuhan ini. Tersangka berinisial NH (Nur Hidayati) inilah yang merupakan otak pembunuhan, sedangkan tersangka A (Ansori) selaku eksekutor, tersangka EE (Eeng Effendi) dan RH (Rudi Hartono) berperan membantu eksekutor.
Pembunuhan ini, lanjut Boby, bermula dari tersangka NH yang memiliki perjanjian kerjasama dengan korban untuk menggandakan uang. NH menjanjikan bisa melipatgandakan uang. Korban tertarik menginvestasikan Rp 200 juta karena dijanjikan bisa berlipat menjadi Rp 2 miliar.
“Setelah beberapa waktu, korban menagih janji ke tersangka, namun tersangka tidak mampu memenuhi dan mencari eksekutor untuk menghabisi nyawa korban,” jelas Boby.
Setelah terdesak dan tidak bisa memenuhi janjinya kepada korban, tersangka NH mencari eksekutor. Pada awalnya, NH berniat untuk menyantet korban, namun berubah dan punya niat untuk menghabisinya. “Satu minggu sebelumnya, salah satu tersangka membawa eksekutor ke Pamekasan dan diperkenalkan sebagai guru spiritual tujuannya hanya untuk mengenalkan wajah korban ke eksekutor supaya tidak salah sasaran,” tuturnya.
Boby menambahkan pembunuhan berencana ini sendiri terjadi di pemakaman umum daerah Dusun Kaljen, Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Selain menjadi eksekutor, tersangka A merupakan residivis pelaku perampokan. Dia sudah pernah divonis tiga kali terkait masalah kejahatan kekerasan.
Atas perbuatannya, ke empatnya dijerat pasal 340 KUHP subsider pasal 339 KUHP lebih subsider pasal 338 KUHP lebih subsider pasal 351 ayat 3 KUHP jo pasal 55 KUHP dan atau pasal 56 KUHP. Untuk Pasal 340 KUHP diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun penjara. [bed]

Tags: