Pj Bupati Tjahjo Widodo Blusukan Pasar Semampir Probolinggo

Pj Bupati Tjahjo Widodo blusukan pasar Semampir.

Kab.Probolinggo, Bhirawa
Fungsi pasar tradisional sebagai sentra perekonomian masyarakat belum cukup optimal, kurang representatif, bahkan masih terlihat kumuh. Perlu sinergi bersama instansi terkait agar pasar tradisional bisa memenuhi standar nasional. “Pasar kita belum layak, kotor bahkan terlihat kumuh. Hal ini merupakan kewajiban bagi kami bagaimana agar pasar kita ini menjadi pasar yang berstandar nasional. Hal ini diungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo Tjahjo Widodo SH. M.Hum, saat blusukan ke pasar tradisional Semampir Kecamatan Kraksaan, Jum’at 16/3.
Tjahjo Widodo menjelaskan Pemkab Probolinggo ke depan akan memprioritaskan program kerja dalam peningkatan perekonomian daerah. Pasar tradisional sebagai sarana pusat perekonomian rakyat seharusnya berperan strategis dalam memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mampu membangkitkan putaran roda perekonomian. Karena hal ini juga menjadi agenda kerja Presiden Joko Widodo, katanya.
“Oleh sebab itu segera kita optimalkan fungsi pasar dengan menciptakan kondisi yang lebih bersih, sehat dan ramah lingkungan. Akan kita benahi bersama pasar ini agar lebih tertata dan sesuai dengan standar nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut Kepala Baperwil Jember ini menegaskan agar rencana ini berjalan dengan efektif dan cepat maka diperlukan sinergitas yang lebih luas dengan melibatkan berbagai instansi. Tidak hanya Disperindag dan pengelola pasar, tapi juga butuh Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan lainnya.
“Banyak yang harus dipenuhi, selain kebersihan pasar, musholla, toilet dan tempat parkir yang memadai, tempat bongkar muat barang yang cukup serta harus tertata sesuai dengan jenis barang yang dijual. Termasuk juga harus ada ruang laktasi di dalam pasar itu,” tandasnya.
Menyikapi hal ini Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Tanto Walono mengemukakan, minimnya minat pedagang untuk menempati lantai dua mengakibatkan kondisi pasar menjadi tidak tertata dan terkesan semerawut. Bahkan kini para pedagang pasar semakin meluber ke areal parkir dan trotoar.
“Lantai dua itu kita bangun untuk sentra pasar basah, pedagang sayur-mayur seharusnya juga menempati lantai dua itu. Yang dibawah itu seharusnya untuk pedagang pakaian dan yang kering-kering saja” tandas Tanto Walono.
Langkah cepat yang akan segera diambil oleh Disperindag adalah dengan bermusyawarah bersama paguyuban pedagang pasar dan pengelola pasar untuk mengatur kembali penataan pedagang yang ada di Pasar Semampir ini.
“Berbagai alasan yang mereka sampaikan kepada kami, baik itu tentang konstruksi sampai khawatir tidak dikunjungi pembeli. Oleh sebab itu Kami akan segera duduk bersama dengan paguyuban untuk membahas apa yang menjadi kendala dalam hal ini,” tambahnya.(Wap)

Tags: